get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Tergantung Cuaca, Alat Pengering Gabah Otomatis Mahasiswa Untag Surabaya Bikin Petani Bahagia

Tak Disangka! Jamur Tiram Tumbuh Subur di Surabaya, Permintaan Tembus 10 Kg per Hari

Kamis, 02 Juli 2026 | 12:16 WIB
header img
Kelompok Tani Elok Mekarsari Surabaya sukses membudidayakan jamur tiram putih dengan teknologi smart farming. Permintaan pasar mencapai lebih dari 10 kilogram per hari. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Budidaya jamur tiram putih membuktikan bahwa pertanian produktif tetap bisa berkembang di tengah padatnya kawasan perkotaan. Di Kota Surabaya yang dikenal memiliki suhu udara cukup tinggi, Kelompok Tani Elok Mekarsari RW 8 berhasil memanen jamur tiram putih setiap hari berkat penerapan teknologi smart farming untuk menjaga kelembapan ruang budidaya.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi teknologi mampu menjawab tantangan budidaya tanaman di wilayah perkotaan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian.

Usaha budidaya jamur tiram putih ini telah dirintis sejak 2013. Awalnya, kelompok tani memperoleh bantuan pembangunan rumah jamur lengkap dengan fasilitas pendukung dari Dinas Pertanian Kota Surabaya. Seiring berjalannya waktu, seluruh proses budidaya hingga pengembangan usaha dilakukan secara mandiri oleh para anggota kelompok.


Kelompok Tani Elok Mekarsari Surabaya sukses membudidayakan jamur tiram putih dengan teknologi smart farming. Permintaan pasar mencapai lebih dari 10 kilogram per hari. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Ketua Kelompok Tani Elok Mekarsari sekaligus Ketua UMKM Elok Mekarsari RW 8, Astuti atau yang akrab disapa Bu Made, menjelaskan bahwa jamur tiram putih menjadi komoditas yang relatif mudah dibudidayakan karena tidak memerlukan pupuk maupun pestisida.

"Jamur tiram merupakan sayuran yang sangat organik. Budidayanya tidak membutuhkan pupuk ataupun obat-obatan. Yang terpenting adalah kondisi ruangan harus lembap dan minim cahaya agar pertumbuhannya maksimal," ujar Bu Made.

Menurutnya, tantangan utama dalam membudidayakan jamur di Surabaya adalah suhu udara yang cenderung panas. Untuk mengatasinya, Kelompok Tani Elok Mekarsari memanfaatkan sistem pengkabutan otomatis sebagai bagian dari penerapan teknologi smart farming.

"Karena suhu di Surabaya cukup panas, kami menggunakan sistem pengkabutan untuk menjaga kelembapan ruangan. Air tidak boleh mengenai baglog secara langsung karena dapat menyebabkan media tanam membusuk. Pengkabutan hanya berfungsi menjaga kelembapan udara agar jamur tumbuh optimal," jelasnya.

Berkat sistem tersebut, kelompok tani mampu melakukan panen setiap hari dengan produksi rata-rata sekitar dua kilogram. Namun, jumlah tersebut masih belum mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar.

"Panen kami dilakukan setiap hari. Permintaan pasar sebenarnya sudah lebih dari 10 kilogram per hari, tetapi produksi kami masih terbatas sehingga belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan konsumen," kata Bu Made.

Besarnya permintaan membuat kelompok tani tidak hanya memasarkan jamur dalam kondisi segar. Untuk meningkatkan nilai jual, sebagian hasil panen diolah menjadi berbagai produk pangan siap konsumsi seperti sempol jamur dan aneka olahan lainnya.

"Jika hanya dijual dalam bentuk segar, nilai ekonominya belum maksimal. Karena itu sebagian hasil panen kami olah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah, lebih awet disimpan di freezer, sekaligus membuka peluang usaha bagi anggota kelompok," ungkapnya.

Pengembangan produk olahan tersebut juga menjadi bagian dari strategi memperkuat pelaku UMKM berbasis pertanian di lingkungan RW 8. Selain memperluas pasar, langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

Ke depan, Kelompok Tani Elok Mekarsari berkomitmen terus mengembangkan budidaya jamur tiram putih melalui pemanfaatan teknologi serta inovasi produk. Upaya ini diharapkan tidak hanya mendukung ketahanan pangan di kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi contoh bahwa sektor pertanian modern mampu tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi meski berada di tengah Kota Surabaya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut