get app
inews
Aa Text
Read Next : Sekdaprov Jatim Ingatkan Kebijakan Harus Berpijak pada Data

Jejak Guru Fisika Menuju Gelar Doktor Cumlaude di Untag Surabaya

Senin, 24 Agustus 2026 | 12:46 WIB
header img
Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P (kiri) meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. (Foto : Trisna).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perjalanan panjang Dr. Hj. Dewi Sugesti, S.Pd., M.A.P., di dunia pendidikan menjadi bukti bahwa, pengabdian dari ruang kelas dapat berkembang hingga ke ranah strategis kebijakan pendidikan.

Mengawali karier sebagai Guru Fisika, Dewi kini berhasil meraih gelar doktor dengan predikat cumlaude dari Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Gelar tersebut diraih setelah melewati perjalanan akademik dan pengabdian yang panjang di bidang pendidikan.

Pencapaian tersebut ditandai dengan prosesi wisuda yang digelar Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pada 22 Agustus 2026. Bagi Dewi, toga dan samir yang dikenakan dalam prosesi tersebut bukan sekadar simbol keberhasilan akademik, tetapi juga buah dari kerja keras, dedikasi, ketekunan, dan doa.

Sebelum menempuh pendidikan doktoral, Dewi telah menghabiskan sebagian perjalanan kariernya sebagai pendidik. Ia pernah mengajar Fisika di SMAN 2 Berau dan SMAN 3 Berau, kemudian melanjutkan pengabdiannya sebagai pendidik di SMPN 1 Talisayan.

Pengalaman berhadapan langsung dengan siswa dan berbagai persoalan pendidikan di ruang kelas kemudian menjadi bekal penting ketika Dewi mendapat penugasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Berau. Saat ini, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai Analis Ahli Kebijakan Muda.

Tak berhenti pada jenjang tersebut, beberapa pekan sebelum wisuda doktoralnya, Dewi juga mencatatkan capaian lain dengan dinyatakan lulus jenjang Analis Ahli Kebijakan Madya. Dalam proses tersebut, ia meraih peringkat kedua secara nasional untuk wilayah Kalimantan.

Menurut Dewi, pengalaman sebagai guru memberikan perspektif yang berbeda ketika dirinya mulai terlibat dalam analisis dan perumusan kebijakan pendidikan.

“Saya percaya, perjalanan hidup tidak selalu dimulai dari tempat yang besar. Saya memulainya dari ruang kelas, dari papan tulis, dan dari tanggung jawab sederhana untuk mendidik anak-anak,” ungkapnya, Senin (24/8/2026).

Bagi Dewi, perjalanan dari guru menuju analis kebijakan bukanlah perpindahan bidang yang terpisah. Pengalaman sebagai pendidik justru menjadi fondasi untuk memahami persoalan pendidikan secara lebih menyeluruh.

Pengalaman di ruang kelas membuatnya memahami secara langsung tantangan yang dihadapi guru dan peserta didik. Perspektif tersebut kemudian menjadi modal ketika ia harus melihat persoalan pendidikan dari sisi kebijakan.

Dewi menilai, seorang pendidik tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Guru juga memiliki peluang untuk menjadi bagian dari perubahan dan memberikan kontribusi terhadap pembangunan sistem pendidikan yang lebih baik.

Perjalanan akademik hingga jenjang doktoral pun menjadi bagian dari upaya memperluas kapasitas tersebut. Ilmu yang diperoleh diharapkan dapat digunakan untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan di masa depan.

“Gelar doktor bukanlah akhir dari perjalanan saya. Justru ini menjadi pengingat bahwa semakin tinggi ilmu yang kita raih, semakin besar pula tanggung jawab untuk memberikan manfaat,” katanya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut