get app
inews
Aa Text
Read Next : Presiden Copot Pimpinan BGN, Evaluasi Ungkap Masalah Tata Kelola dan Kualitas Makanan

Sekdaprov Jatim Ingatkan Kebijakan Harus Berpijak pada Data

Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:12 WIB
header img
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono. (Foto : ist).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur (Jatim) Adhy Karyono mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan lapangan peserta Policy Brief Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jatim, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, beserta para peserta PKN Tingkat I yang tengah menyusun rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan nasional.

Dalam sambutannya, Adhy menegaskan bahwa PKN Tingkat I merupakan program strategis yang bertujuan mencetak calon pemimpin nasional yang memiliki kapasitas dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan publik.

Menurutnya, penyusunan policy brief harus didasarkan pada fakta, data, serta kondisi tata kelola pemerintahan yang nyata di daerah.

"Policy brief harus berangkat dari fakta, data, dan tata kelola yang terjadi di daerah. Sebab, seluruh kebijakan pemerintah pada akhirnya bermuara di daerah, meskipun tetap membutuhkan dukungan dan keterlibatan pemerintah pusat," ujar Adhy.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan berbagai program prioritas nasional, termasuk sepuluh amanat Presiden yang saat ini menjadi fokus pelaksanaan pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Adhy memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jatim. Salah satunya adalah keberhasilan menjaga tingkat inflasi di kisaran 3,8 persen serta mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,96 persen pada triwulan I 2026.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dengan kontribusi mencapai 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Dengan mengusung tagline Gerbang Baru Nusantara, Jatim disebut memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus gerbang distribusi logistik menuju kawasan timur Indonesia.

Menurut Adhy, kekuatan Jatim ditopang oleh berbagai sektor unggulan, mulai dari pertanian, industri manufaktur, perdagangan, hingga UMKM dan koperasi yang terus berkembang.

"Dengan kekuatan sektor pertanian, industri manufaktur, perdagangan, UMKM, serta ekosistem koperasi yang terus berkembang, Jatim berupaya menjadi laboratorium praktik baik pembangunan daerah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran peserta PKN Tingkat I.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu memperkuat gagasan transformasi tata kelola pemerintahan guna meningkatkan ketahanan (resilience) dan daya saing bangsa, khususnya di bidang ekonomi.

"Dengan mengombinasikan pembelajaran akademik dan pengalaman lapangan, kami berharap proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal dan hasilnya dapat diterapkan secara maksimal dalam pelaksanaan tugas para peserta," ujar Tri.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut