Banjir Situbondo Sisakan Luka, Sekolah Ini Rusak Parah, Nasib 345 Siswa Jadi Sorotan
SITUBONDO, iNewsSurabaya.id – Dampak banjir Situbondo masih dirasakan warga di sejumlah wilayah, termasuk sektor pendidikan. Salah satu yang mengalami kerusakan cukup parah adalah SDN 1 Kalianget, Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo. Akibat terjangan banjir, proses belajar mengajar sempat terganggu karena sejumlah fasilitas sekolah rusak.
Melihat kondisi tersebut, berbagai pihak bergerak memberikan bantuan agar kegiatan pendidikan dapat segera pulih. Salah satunya datang dari PT Pegadaian melalui Pegadaian Besuki yang menyalurkan bantuan material bangunan untuk mempercepat rehabilitasi sekolah.
Banjir yang menerjang kawasan tersebut meninggalkan kerusakan cukup serius. Lumpur memenuhi ruang-ruang kelas, pagar sekolah sepanjang sekitar 70 meter roboh, sementara sejumlah fasilitas belajar mengalami kerusakan. Kondisi itu berdampak langsung terhadap aktivitas belajar 345 siswa yang menempuh pendidikan di SDN 1 Kalianget.

Melalui program Pegadaian Peduli, perusahaan menyerahkan bantuan berupa semen, keramik, serta berbagai material bangunan lainnya yang dibutuhkan untuk memperbaiki pagar sekolah, ruang kelas, hingga fasilitas pendukung yang terdampak banjir.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung kepada pihak sekolah sebagai bentuk kepedulian Pegadaian terhadap pemulihan sarana pendidikan pascabencana sekaligus mendukung agar proses belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, mengatakan Pegadaian tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir membantu masyarakat ketika menghadapi musibah.
"Pegadaian memiliki komitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi sulit seperti bencana alam. Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan fasilitas SDN 1 Kalianget sehingga kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal. Pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh lingkungan belajar yang aman dan nyaman," ujar Ahmad Zaenudin.
Editor : Arif Ardliyanto