get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Chat WhatsApp Tak Etis di Unesa, Berawal dari Laporan hingga 6 Mahasiswa Dinonaktifkan

Unesa Tembus Asia Tengah, Buka Jalur Double Degree S3, Lulus Langsung Kantongi Dua Gelar Doktor

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:58 WIB
header img
Unesa resmi menjalin kerja sama strategis dengan Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Tashkent, Uzbekistan. Foto iNewsSurabaya.id/ist

TASHKENT, iNewsSurabaya.id – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat kiprahnya di tingkat global. Kali ini, kampus yang berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) tersebut resmi menjalin kerja sama strategis dengan Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Tashkent, Uzbekistan.

Kesepakatan yang berlangsung dalam lawatan delegasi Unesa pada 1–6 Juli 2026 itu membuka jalan bagi pelaksanaan Program Double Degree jenjang Doktor (S3) antara Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa dan UzSWLU. Program ini menjadi salah satu langkah nyata Unesa dalam memperluas kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unesa, Prof. Dr. Haris Supratno, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut berfokus pada pengembangan pendidikan doktor di bidang bahasa dan sastra.

"Kerja sama ini difokuskan pada program S-3 atau doktor bidang pendidikan bahasa dan sastra dengan skema perkuliahan, pengakuan transfer kredit, penelitian bersama, hingga penyelesaian studi yang dilaksanakan di kedua perguruan tinggi," ujar Haris.


Unesa resmi menjalin kerja sama strategis dengan Uzbekistan State World Languages University (UzSWLU) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) di Tashkent, Uzbekistan. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Melalui skema tersebut, mahasiswa akan menjalani proses akademik di kedua kampus mitra. Setelah memenuhi seluruh persyaratan akademik, lulusan akan memperoleh gelar doktor dari Unesa dan UzSWLU secara bersamaan.

Delegasi Unesa dipimpin langsung oleh Ketua MWA, didampingi Ketua Senat Akademik Universitas (SAU), para dekan, serta direktur terkait. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan kerja sama internasional yang berdampak langsung pada peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi.

Menurut Haris, hubungan antara Unesa dan UzSWLU sebenarnya telah terjalin cukup lama melalui berbagai program akademik. Penandatanganan MoA menjadi tonggak baru untuk memperluas ruang kolaborasi yang lebih strategis.

"UzSWLU merupakan salah satu universitas terbaik di Uzbekistan yang memiliki reputasi kuat dalam pengembangan bahasa asing, linguistik, sastra, penerjemahan, serta komunikasi lintas budaya," katanya.

Sebelumnya, kedua institusi telah bekerja sama dalam pengembangan labschool, pertukaran dosen, hingga pertukaran mahasiswa. Kesamaan visi dalam membangun pendidikan tinggi yang unggul, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan global menjadi modal penting untuk mempererat kemitraan tersebut.

Ke depan, kerja sama tidak hanya berhenti pada program double degree. Unesa dan UzSWLU juga menargetkan pengembangan berbagai program akademik lainnya, mulai dari penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah internasional, penyelenggaraan konferensi bersama, joint supervision, hingga penyusunan kurikulum berstandar internasional.

"Ke depan, kedua perguruan tinggi diharapkan dapat mengintensifkan kolaborasi melalui penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, joint conference, joint supervision, hingga pengembangan kurikulum internasional, khususnya pada bidang kebahasaan dan studi lintas budaya," jelas Haris.

Sementara itu, Rektor UzSWLU, Prof. Dr. Ilhomjon Madaminovich Tukhtasinov, mengaku memiliki ketertarikan besar terhadap budaya Indonesia. Menurutnya, kemitraan dengan Unesa memiliki prospek yang sangat menjanjikan untuk terus dikembangkan.

Ia optimistis Program Double Degree S3 yang dimulai tahun ini akan menjadi pintu masuk lahirnya berbagai kerja sama akademik baru di masa mendatang.

"Selain di bidang kebahasaan, kami berharap Unesa dapat mengirimkan dua dosen spesialis cabang olahraga pencak silat untuk mengajar di UzSWLU," ungkapnya.

Usulan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia di Uzbekistan. Selain memperkuat hubungan akademik, kolaborasi ini juga diharapkan menjadi jembatan diplomasi budaya yang semakin mempererat hubungan kedua negara.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut