Kronologi Chat WhatsApp Tak Etis di Unesa, Berawal dari Laporan hingga 6 Mahasiswa Dinonaktifkan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dugaan kekerasan verbal melalui grup WhatsApp yang melibatkan mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kini menjadi perhatian serius. Kasus yang diduga berisi percakapan tidak etis terhadap mahasiswi dan dosen itu berujung pada penonaktifan sementara enam mahasiswa sambil menunggu hasil investigasi.
Berikut kronologi lengkap penanganan kasus tersebut.
Berawal dari Aduan Isi Percakapan Grup WhatsApp
Kasus ini bermula ketika Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) Unesa menerima laporan resmi terkait riwayat percakapan dalam sebuah grup WhatsApp mahasiswa vokasi.
Isi percakapan yang kemudian beredar luas itu diduga memuat pesan-pesan tidak etis yang mengobjektifikasi sejumlah mahasiswi dan dosen.
Ketua Satgas PPK Unesa, Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba, mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
"Kasusnya kekerasan verbal yang terjadi yaitu dalam bentuk chat grup mahasiswa yang bersangkutan yang berisi pesan-pesan tidak etis tentang teman-teman mereka dan juga beberapa dosennya," ujarnya, Minggu (19/7/2026).
Satgas Langsung Lakukan Investigasi
Setelah laporan diterima, Satgas PPK Unesa segera melakukan penelaahan dengan mengacu pada Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
Tim kemudian mengumpulkan bukti digital, memeriksa saksi, meminta keterangan para terlapor, serta memberikan pendampingan kepada pihak yang diduga menjadi korban.
Menurut Iman, seluruh tahapan dilakukan secara hati-hati dengan mengedepankan perlindungan korban dan asas praduga tak bersalah.
Editor : Arif Ardliyanto