Unik! Kampung di Bandung Barat Ini Siapkan Symphony Orchestra dari Bambu
BANDUNG BARAT, iNewsSurabaya.id – Siapa sangka bambu yang selama ini tumbuh di sekitar permukiman warga bisa menjadi pintu masuk menuju ekonomi kreatif. Hal itu tengah dicoba masyarakat Cikandang, RW 07, Desa Cimareme, Kabupaten Bandung Barat.
Di kawasan tersebut, bambu tidak lagi sekadar tanaman. Warga mulai mengolahnya menjadi kerajinan, media seni, hingga bagian dari pengembangan wisata berbasis masyarakat.
Gagasan itu berkembang melalui Kampung Kreatif Cikandang, sebuah kawasan yang menggabungkan sejumlah potensi lokal, mulai dari kerajinan bambu, kuliner, seni, edukasi, hingga aktivitas wisata.
Pengembangan Kampung Kreatif Cikandang dilakukan melalui kolaborasi PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Namun, geliat Cikandang bukan hanya tentang membangun kawasan baru. Program tersebut juga diarahkan untuk membuka ruang bagi masyarakat agar dapat mengembangkan keterampilan dan potensi ekonomi yang selama ini berada di lingkungan mereka sendiri.
Salah satu penggeraknya adalah Virageawie Indonesia, UMKM yang mengembangkan kerajinan berbahan bambu. Usaha tersebut digerakkan tokoh masyarakat setempat, Adang Muhidin.
Dari kerajinan bambu, kreativitas warga kemudian dikembangkan ke berbagai bidang lain. Seni, musik, mural, hingga kegiatan kuliner mulai menjadi bagian dari aktivitas Kampung Kreatif Cikandang.
Sejumlah kegiatan pun digelar untuk melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Di antaranya pelatihan kerajinan bambu bagi penyandang disabilitas dan anggota Karang Taruna, lokakarya kuliner bagi ibu rumah tangga, pembangunan gapura bambu, serta kompetisi mural.
Editor: Arif Ardliyanto