Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gubernur Khofifah Dorong SIER Perkuat Investasi dan Kontribusi PAD Jatim
Advertisement . Scroll to see content

Musik Ul-Daul dan Kereta Singo Barong Semarakkan Karnaval Budaya Bakti TNI Untuk Negeri di Bangkalan

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:30 WIB
  • author Lukman Hakim
Musik Ul-Daul dan Kereta Singo Barong Semarakkan Karnaval Budaya Bakti TNI Untuk Negeri di Bangkalan
Karnaval Budaya Bakti TNI di Bangkalan menyedot perhatian ribuan warga. (Foto : istimewa).

BANGKALAN, iNewsSurabaya.id – Ratusan peserta yang tergabung dalam 13 kelompok karnaval memeriahkan Karnaval Budaya Upacara Pembukaan Bakti TNI Untuk Negeri di Alun-Alun Kabupaten Bangkalan, Senin (6/7/2026). Para peserta terdiri atas pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, komunitas sepeda antik, kelompok seni budaya, hingga pelaku seni musik tradisional ul-daul.

Beragam atraksi dan kreativitas yang ditampilkan berhasil menyedot perhatian warga sekaligus menghadirkan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan. Pelepasan karnaval ditandai dengan pengibaran bendera di depan Kodim 0829/Bangkalan oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin. Selanjutnya, iring-iringan peserta bergerak mengelilingi Alun-Alun Bangkalan dan mendapat sambutan antusias dari ribuan warga yang memadati sepanjang rute.

Suasana semakin semarak dengan penampilan musik ul-daul, kesenian tradisional khas Madura yang sarat nilai kebersamaan dan menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat. Menambah kemeriahan acara, Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya turut menaiki kereta hias bertema Singo Barong yang menjadi ikon dalam karnaval tersebut.

Khofifah mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas. Karnaval Budaya Bakti TNI Untuk Negeri mencerminkan semangat pengabdian kepada masyarakat sekaligus momentum pembangunan karakter bangsa melalui pelestarian budaya.

“Kegiatan ini tidak hanya simbol pengabdian, lebih dari itu, ini juga jadi bagian pelestarian budaya lokal. Karnaval diisi berbagai performance yang spesial dan penuh kreativitas dari ribuan warga,” imbuhnya.

Orang nomor satu di Jatim ini menambahkan, keterlibatan pelajar, komunitas, seniman, hingga masyarakat umum menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur fisik, melainkan juga melalui penguatan nilai-nilai sosial dan gotong royong. “Di sini ada anak-anak, remaja, hingga dewasa tumpah ruah semuanya guyub rukun,” terangnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut