Tak Cuma Manufaktur, Surabaya Jadi Pusat Energi Indonesia Timur
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai motor penggerak industri nasional. Di balik pesatnya pertumbuhan kawasan manufaktur, kebutuhan akan pasokan listrik yang andal, pengelolaan air yang efisien, serta pemanfaatan teknologi modern kini menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing industri di Indonesia Timur.
Sebagai provinsi dengan sektor industri pengolahan yang menyumbang sekitar 31 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jawa Timur memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Keberadaan Pelabuhan Tanjung Perak sebagai pelabuhan terbesar kedua di Indonesia semakin mengukuhkan Surabaya sebagai pusat distribusi logistik menuju Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua.
Posisi tersebut membuat Surabaya berkembang bukan hanya sebagai kota manufaktur, tetapi juga menjadi pusat energi, utilitas, dan teknologi yang menopang aktivitas industri di kawasan timur Indonesia.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Indonesia Energy Week Surabaya 2026 resmi digelar di Grand City Convention & Exhibition Surabaya hingga 18 Juli 2026.
Pameran ini merupakan bagian dari ekspansi Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 dengan menghadirkan dua agenda utama, yakni Electric & Power Indonesia–Surabaya dan Water Indonesia–Surabaya. Keduanya menjadi wadah bertemunya pemerintah, pelaku industri, akademisi, asosiasi, hingga penyedia teknologi di bidang energi, kelistrikan, utilitas, dan infrastruktur industri.
Penyelenggaraan Indonesia Energy Week berlangsung bersamaan dengan Manufacturing Surabaya edisi ke-20 dan Growtech Indonesia, sehingga menghadirkan ekosistem industri yang saling terhubung dengan mengusung tema "New Industrial Hub di Indonesia Timur."
Pameran dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak bersama jajaran pemerintah, Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Konsulat Jenderal Jepang, asosiasi industri, akademisi, dan pelaku usaha.
Menurut Emil, pembangunan industri saat ini tidak lagi dapat dilakukan secara terpisah antar sektor.
"Pertumbuhan industri hari ini tidak lagi bisa dipandang secara sektoral karena tantangannya semakin kompleks. Persaingan tidak hanya ditentukan kapasitas produksi, tetapi juga kemampuan berinovasi, memanfaatkan teknologi, meningkatkan efisiensi, serta menerapkan prinsip keberlanjutan," ujarnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antara sektor manufaktur, energi, utilitas, dan agrikultur menjadi langkah penting untuk memperkuat daya saing Jawa Timur di tingkat nasional maupun global.
Di balik berkembangnya kawasan industri, pasokan listrik yang stabil serta sistem pengelolaan air menjadi dua kebutuhan utama yang menentukan kelancaran proses produksi.
Melalui Electric & Power Indonesia–Surabaya, berbagai teknologi pembangkitan listrik, distribusi energi, smart grid, energi baru terbarukan, sistem penyimpanan energi, hingga solusi efisiensi energi dipamerkan untuk mendukung kebutuhan industri modern.
Sementara itu, Water Indonesia–Surabaya menghadirkan inovasi pengolahan air bersih, pengelolaan air limbah, teknologi filtrasi, konservasi air, hingga sistem utilitas yang mendukung operasional industri berkelanjutan.
Selain pameran teknologi, Indonesia Energy Week Surabaya juga menjadi forum diskusi melalui seminar bertema "East Java Driving Indonesia's Energy Transition" yang digelar bersama Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) Wilayah Jawa Timur.
Forum tersebut menghadirkan pemerintah, PLN Group, akademisi, lembaga pembiayaan, dan pelaku industri untuk membahas arah pengembangan energi serta tantangan transisi energi di Jawa Timur.
Country General Manager Pamerindo Indonesia, Lia Indriasari, mengatakan penyelenggaraan tiga pameran secara bersamaan merupakan upaya membangun platform industri yang lebih terintegrasi.
Menurutnya, industri modern membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari manufaktur, energi, utilitas, teknologi, hingga agrikultur.
Sebanyak lebih dari 200 peserta pameran dari 17 negara ambil bagian dalam ajang ini. Kehadiran mereka diharapkan mampu memperkuat konektivitas industri Indonesia dengan jaringan bisnis internasional sekaligus mendorong pertumbuhan investasi di sektor energi dan manufaktur.
Indonesia Energy Week Surabaya juga menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026, yang sebelumnya digelar di Balikpapan dan akan berlanjut di Jakarta sebagai puncak pertemuan industri nasional dan internasional. Dengan sinergi tersebut, Surabaya semakin mengukuhkan diri sebagai pusat pertumbuhan industri, energi, dan manufaktur di Indonesia Timur.
Editor : Arif Ardliyanto