Tren Kendaraan Listrik Menguat, Pembiayaan Tumbuh hingga 82,4 Persen
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren adopsi kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya penyaluran pembiayaan kendaraan listrik di Tanah Air.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, hingga pertengahan 2026, nilai pembiayaan kendaraan listrik yang disalurkan industri multifinance, baik roda dua maupun roda empat, mencapai Rp23,94 triliun, tumbuh 32,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu multifinance, PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat, hingga Juni 2026 nilai piutang pembiayaan kendaraan listrik yang disalurkan perusahaan mencapai Rp3,5 triliun, atau tumbuh 82,4 persen secara tahunan.
Untuk mendukung tren tersebut, MUF bersama Bank Mandiri kembali menggelar Mandiri Auto Deals 2026. Pameran ini berlangsung pada 15–19 Juli 2026 di Tunjungan Plaza 3 Surabaya.
Melalui pameran ini, masyarakat dapat memperoleh berbagai pilihan pembiayaan kendaraan listrik maupun hybrid, sekaligus melihat langsung beragam model kendaraan serta berkonsultasi mengenai skema pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.
Pada penyelenggaraan di Surabaya, pameran menghadirkan 11 unit mobil display dari berbagai merek, termasuk kendaraan listrik dan hybrid. Sementara untuk kendaraan roda dua, tersedia tujuh unit motor display dari tiga merek.
Plt. Direktur Utama PT MUF, Dapot Parasian Sukoco Sinaga mengatakan, penyelenggaraan pameran merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan ramah lingkungan.
"Kehadiran pameran ini menjadi wujud sinergi dalam menghadirkan solusi pembiayaan kendaraan listrik, baik EV maupun hybrid. Dengan dukungan ekosistem Mandiri Group, kami ingin memberikan pengalaman yang lebih lengkap bagi pelanggan," katanya, Kamis (16/7/2026).
Selama pameran berlangsung, pengunjung juga dapat berkonsultasi langsung mengenai berbagai produk pembiayaan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Selain itu, tersedia sejumlah program promosi, antara lain bunga pembiayaan mulai 1,99 persen melalui Livin' KKB, biaya administrasi mulai Rp1, cashback hingga Rp500 ribu, serta perlindungan Asuransi Tanggung Jawab Hukum (TJH) Pihak Ketiga hingga Rp10 juta.
Terpisah, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan prospek pembiayaan kendaraan listrik di Indonesia masih sangat besar.
Meski demikian, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi. Salah satunya terkait nilai jual kembali (resale value) kendaraan listrik yang masih menjadi perhatian lembaga pembiayaan maupun calon konsumen.
"Resale value kendaraan listrik masih menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperhatikan agar pertumbuhan pembiayaan dapat berlangsung secara berkelanjutan," ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto