Pelabuhan Tak Lagi Sekadar Tempat Bongkar Muat, Transformasi Hijau dan Cerdas Dimulai dari Gresik
GRESIK, iNewsSurabaya.id – Pelabuhan di Indonesia kini tak lagi hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang. Seiring berkembangnya kebutuhan logistik nasional, kawasan pelabuhan dituntut mampu menghadirkan sistem yang lebih efisien, aman, terdigitalisasi, sekaligus ramah lingkungan.
Transformasi tersebut mulai diwujudkan melalui penerapan konsep Green and Smart Port (GSP) yang mendorong pelabuhan beroperasi secara berkelanjutan. Salah satu capaian menonjol datang dari Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Petrokimia Gresik, yang berhasil meraih nilai asesmen tertinggi nasional dalam Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026.
Program GSPI ASRI 2026 diikuti delapan pelabuhan di Indonesia. Inisiatif ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey Group yang terdiri dari PT SUCOFINDO, PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), dan PT Surveyor Indonesia.
Asesmen dilakukan dengan mengacu pada prinsip ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai indikator pengembangan pelabuhan modern yang tidak hanya mengutamakan produktivitas, tetapi juga aspek keselamatan kerja, kebersihan, keberlanjutan lingkungan, serta kualitas layanan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menilai transformasi menuju Green and Smart Port menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem distribusi, khususnya untuk mendukung kelancaran logistik pangan nasional.
Menurutnya, pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai distribusi. Karena itu, penerapan teknologi, efisiensi operasional, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik akan berdampak pada biaya logistik yang semakin kompetitif sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
"Pelabuhan adalah simpul strategis distribusi pangan. Transformasi menuju Green and Smart Port akan membuat logistik semakin efisien, biaya lebih kompetitif, sekaligus menghadirkan pelabuhan yang lebih ramah lingkungan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing dan ketahanan pangan nasional," ujar Zulkifli Hasan.
Editor : Arif Ardliyanto