Ancaman Narkoba dan Seks Bebas Bidik Remaja, Ratusan Pemuda Surabaya Langsung Digembleng Khusus
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba, seks bebas, HIV/AIDS, hingga berbagai bentuk kekerasan remaja terus diperkuat Pemerintah Kota Surabaya. Sebanyak ratusan pemuda mengikuti program Pembentukan Kader Anti Kekerasan Remaja yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya di Auditorium Universitas Wijaya Putra (UWP) Kampus Benowo.
Program ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, dan penyebaran HIV/AIDS, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, serta public speaking agar mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Kolaborasi antara Disbudporapar Surabaya dan Universitas Wijaya Putra menjadi langkah nyata dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah untuk membangun karakter generasi muda. Melalui sinergi tersebut, diharapkan lahir kader-kader yang mampu mengedukasi teman sebaya sekaligus menjadi teladan dalam mencegah kenakalan remaja.
Sebagai Kampus Sociopreneur, UWP juga menunjukkan komitmennya melalui Program Beasiswa Surabaya. Program ini membuka kesempatan bagi pelajar berprestasi maupun dari keluarga kurang mampu agar dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Beasiswa tersebut diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus memperluas akses pendidikan bagi warga Surabaya. Dengan pendidikan yang lebih baik, generasi muda diharapkan memiliki daya saing tinggi dan terlibat aktif dalam pembangunan kota, termasuk upaya mencegah berbagai persoalan sosial di kalangan remaja.
Dalam kegiatan tersebut, dosen UWP Dwiyana Anela Kurniasari, SP., M.Si. memberikan materi bertema "Menjadi Kader Anti Kenakalan Remaja dengan Kepemimpinan, Komunikasi, dan Berdampak." Peserta dibekali teknik berbicara di depan umum, komunikasi antarteman sebaya, hingga strategi menyusun kampanye edukatif yang efektif.
Menurut Dwiyana, seorang kader tidak cukup hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga harus mampu menyampaikan pesan secara persuasif sehingga dapat menginspirasi lingkungan sekitarnya.
"Remaja memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap lingkungannya. Jika mereka mampu berkomunikasi dengan baik, menyampaikan pesan secara persuasif, dan menjadi panutan, maka mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam upaya pencegahan kekerasan di kalangan remaja," ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto