Pendaki Gunung Piramid Asal Surabaya Ditemukan Tewas, Jenazah Dimakamkan di Lamongan
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Duka menyelimuti keluarga Maliya Finda (51), pendaki asal Surabaya yang meninggal dunia setelah terjatuh saat mendaki Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka di Jalan Cipunegara, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, Kamis (6/8/2026) dini hari, sebelum diberangkatkan untuk dimakamkan di Kabupaten Lamongan.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menemukan Maliya bersama pemandu pendakian Irfan Nasrul Laili (35) dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam sekitar 60 meter, Selasa (4/8/2026). Keduanya ditemukan di bawah kawasan yang dikenal sebagai Punggung Naga.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan kedua korban ditemukan sekitar pukul 12.13 WIB setelah tim melakukan pencarian intensif.
"Untuk dua orang yang hilang saat mendaki Gunung Piramid telah ditemukan di bawah kawasan Punggung Naga pada kedalaman sekitar 60 meter. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ujar Aryo.
Menurutnya, kedua korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dan tersangkut di ranting pohon dengan jarak sekitar lima meter.
Proses evakuasi berlangsung cukup berat karena medan yang terjal dan sulit dijangkau. Tim SAR harus menggunakan teknik khusus untuk mengevakuasi kedua jenazah sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Bondowoso.
Jenazah Maliya kemudian diberangkatkan ke Surabaya dan tiba di rumah duka sekitar pukul 01.15 WIB, Kamis (6/8/2026) dini hari. Ambulans yang membawa jenazah mendapat pengawalan Satlantas Polres Bondowoso.
Setibanya di rumah duka, peti jenazah langsung dibawa keluarga ke area persemayaman di teras rumah. Puluhan kerabat, tetangga, dan pelayat telah menunggu untuk memberikan penghormatan terakhir. Di sepanjang jalan menuju rumah duka tampak deretan papan ucapan belasungkawa.
Usai disemayamkan beberapa jam, jenazah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, sekitar pukul 06.00 WIB untuk dimakamkan. Keluarga memutuskan memakamkan almarhumah di tanah kelahirannya karena sebagian besar keluarga besar berdomisili di wilayah tersebut.
"Nanti pagi langsung dibawa ke Lamongan. Beliau anak kedua dari lima bersaudara. Keluarga besar ada di sana semua, rencananya dimakamkan di sana," ujar Heri, salah seorang tetangga almarhumah.
Editor: Arif Ardliyanto