get app
inews
Aa Text
Read Next : Dua Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan, Kondisi Mengenaskan

Evakuasi Dramatis 2 Pendaki Gunung Piramid Berakhir, Tim SAR Tempuh Medan Ekstrem 6 Km

Kamis, 06 Agustus 2026 | 09:36 WIB
header img
Operasi SAR dua pendaki Gunung Piramid Bondowoso resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi melalui medan ekstrem. Tim SAR menempuh jalur terjal hingga lebih dari 6 kilometer. (Foto iNewsSurabaya.id/Siswanto).

BONDOWOSO, iNewsSurabaya.id – Operasi pencarian dan evakuasi dua pendaki yang meninggal dunia di kawasan Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil dievakuasi dengan selamat dari medan yang dikenal curam dan berbahaya.

Proses evakuasi berlangsung penuh tantangan. Tim SAR Gabungan harus melewati jalur terjal, aliran sungai, hingga lereng berbatu untuk membawa kedua korban menuju posko utama.

Tim Search and Rescue Unit (SRU) 1 mengevakuasi korban dari lokasi penemuan menuju Pos 2 menggunakan teknik lowering atau penurunan dengan tali. Jalur yang dilalui mengikuti aliran sungai sepanjang kurang lebih 940 meter.

Setelah tiba di Pos 2, proses evakuasi dilanjutkan oleh SRU 2 menuju pintu pendakian dengan menempuh jarak sekitar 5,33 kilometer.

"Selanjutnya, SRU 2 membawa korban dari Pos 2 menuju pintu pendakian dengan jarak sekitar 5,33 kilometer," ujar salah seorang petugas Tim SAR Gabungan.

Perjalanan panjang melewati medan ekstrem membuat proses evakuasi memakan waktu berjam-jam. Baru pada pukul 19.41 WIB, kedua korban berhasil dibawa hingga Posko SAR Gabungan sebelum selanjutnya diberangkatkan menggunakan ambulans ke RS Bhayangkara Bondowoso untuk penanganan lebih lanjut.

Dua korban yang berhasil dievakuasi adalah Maliya Finda (51), warga Surabaya, serta Irfan Nasrul Laili (35), seorang navigator atau pemandu pendakian asal Kabupaten Bondowoso.

Usai seluruh korban berhasil dievakuasi, Tim SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 20.00 WIB. Dalam evaluasi tersebut disepakati bahwa Operasi SAR dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke instansi masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.

"Tim SAR Gabungan telah bersinergi, bekerja secara profesional, dan mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung sehingga proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik," kata I Made Oka Astawa.

Operasi ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, BPBD Bondowoso, BPBD Situbondo, TNI, Polri, PMI, organisasi relawan SAR, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat sekitar.

Untuk mendukung proses evakuasi, tim menggunakan berbagai peralatan khusus, seperti Rescue Car Type II, perlengkapan jungle rescue, peralatan mountaineering, perlengkapan medis, alat komunikasi, hingga drone thermal guna mempermudah pencarian di kawasan pegunungan.

Menutup operasi tersebut, I Made Oka Astawa mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan keselamatan saat melakukan pendakian.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat dan pendaki agar selalu mempersiapkan perlengkapan sesuai standar, memperhatikan kondisi cuaca, serta menggunakan jasa pemandu yang kompeten saat melakukan aktivitas pendakian di kawasan pegunungan," pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut