330 Siswa SD Dilatih Jadi Penjaga Bumi, Begini Cara Menanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini
JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan tak harus menunggu seseorang dewasa. Justru, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menjaga kebersihan sekolah menjadi fondasi penting yang perlu dibangun sejak anak-anak mengenyam pendidikan di sekolah dasar.
Semangat tersebut menjadi fokus dalam kegiatan edukasi lingkungan bertajuk Generasi Muda Hijau yang digelar di SDN 03 Bidara Cina Pagi, Jakarta Timur. Sebanyak 330 siswa bersama 20 guru mengikuti pembelajaran interaktif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran menjaga bumi melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai isu lingkungan, tetapi juga mengajak para siswa memahami berbagai tantangan yang kini dihadapi dunia, mulai dari meningkatnya produksi sampah hingga dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat.
Dengan metode belajar yang komunikatif dan menyenangkan, para peserta dikenalkan cara memilah sampah sesuai jenisnya, pentingnya mengurangi sampah plastik, serta membangun kebiasaan hidup bersih baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menanamkan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sejak usia dini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembelajaran berkelanjutan, sekolah juga menerima bantuan berupa tempat sampah terpilah, perlengkapan kebersihan, serta peralatan makan yang dapat digunakan berulang kali. Fasilitas tersebut menjadi sarana praktik bagi siswa untuk menerapkan pola hidup ramah lingkungan sekaligus mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.
Chief Financial Officer IDSurvey, Sinung Triwulandari, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan Indonesia pada masa mendatang.
"Saya percaya, generasi muda akan menjadi motor penggerak perubahan, pemimpin masa depan, dan penjaga keberlanjutan negeri," ujar Sinung.
Kegiatan edukasi ini melibatkan berbagai pihak, di antaranya Kelurahan Bidara Cina, Relawan Bakti IDSurvey untuk Indonesia (BISA), serta Maheswari IDSurvey yang memberikan materi sekaligus mendampingi para siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, dunia usaha, sekolah, hingga masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Lebih dari sekadar kegiatan edukatif, program ini diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini dapat memberikan dampak besar bagi masa depan lingkungan.
Selain meningkatkan literasi lingkungan di kalangan pelajar, kegiatan ini juga memperkuat peran guru dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan relevan dengan tantangan zaman. Sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci dalam mencetak generasi yang memiliki kesadaran ekologis sejak dini.
Upaya tersebut juga sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, kota dan permukiman berkelanjutan, serta aksi nyata menghadapi perubahan iklim. Dengan membangun kepedulian sejak bangku sekolah dasar, harapannya lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki komitmen menjaga kelestarian bumi.
Editor : Arif Ardliyanto