get app
inews
Aa Text
Read Next : Pertama dalam Sejarah, Nama Suku Bawean Terpampang di Kursi Kehormatan Grahadi Surabaya

Emak-Emak Sidoarjo Adu Racikan Teh Kumis Kucing, Bahan Herbal dari Pekarangan Jadi Sajian Unik

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:52 WIB
header img
Puluhan emak-emak di Sidoarjo adu kreativitas meracik teh herbal kumis kucing dalam peringatan HUT ke-81 RI. Ada racikan jahe hingga kayu manis. Foto iNewsSurabaya.id/pram

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Dusun Girang, Desa Wonokupang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur, berlangsung berbeda. Puluhan emak-emak tidak hanya mengikuti kegiatan khas perayaan kemerdekaan, tetapi juga adu kreativitas meracik teh herbal berbahan tanaman kumis kucing.

Kegiatan yang digelar Tim Herbaroso bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sidoarjo, Minggu (16/8/2026), tersebut mengajak peserta mengolah tanaman kumis kucing atau Orthosiphon aristatus menjadi minuman herbal dengan cita rasa dan tampilan menarik.

Panitia telah menyiapkan bahan utama berupa tanaman kumis kucing. Peserta kemudian diberi sejumlah bahan pendamping, mulai keningar, jahe, gula, garam, hingga kayu secang.

Tantangannya bukan sekadar membuat teh. Para peserta harus memperhatikan rasa, aroma, warna, teknik meracik, kebersihan, kreativitas, hingga cara penyajian. Mereka juga dituntut mampu menjelaskan bahan-bahan yang digunakan dalam racikannya.

Herwanto mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata dibuat untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, lomba menjadi sarana untuk mengenalkan kembali tanaman herbal yang telah lama menjadi bagian dari pengetahuan masyarakat.

"Kegiatan ini untuk melestarikan dan memperkenalkan kembali kekayaan tanaman obat herbal Indonesia. Pengetahuan tentang tanaman herbal ini merupakan warisan turun-temurun yang perlu dikenalkan kembali kepada masyarakat," ujar Herwanto di sela-sela kegiatan.

Menurutnya, pengenalan tanaman herbal perlu dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui jenis tanamannya, tetapi juga memahami cara menanam dan mengolahnya secara tepat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin mengenal tanaman herbal yang tumbuh di lingkungan sekitar. Pemanfaatannya pun diharapkan dilakukan secara bijak dan tidak mengabaikan informasi kesehatan dari sumber yang tepat.

Salah satu peserta, Ibu Indra, yang juga merupakan ketua RT, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba meracik minuman herbal.

Ia mencoba memberikan sentuhan berbeda pada teh kumis kucing buatannya dengan menambahkan jahe dan kayu manis. Kedua bahan tersebut dipilih untuk memperkuat aroma sekaligus memberikan rasa yang lebih sesuai dengan seleranya.

"Ini baru pertama kali membuat dan mengikuti lomba seperti ini. Saya menambahkan jahe dan kayu manis supaya aromanya lebih harum dan rasanya lebih enak," kata Ibu Indra.

Ia mengatakan, teh hasil racikannya biasa dikonsumsi pada pagi dan sore hari. Menurutnya, keberadaan tanaman herbal sudah cukup dekat dengan kehidupan masyarakat karena sebagian pengetahuan mengenai pemanfaatannya diwariskan secara turun-temurun.

Meski demikian, berbagai anggapan mengenai manfaat teh kumis kucing maupun bahan herbal lain dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengetahuan atau kebiasaan tradisional masyarakat. Konsumsi ramuan herbal tidak dimaksudkan sebagai pengganti diagnosis, pengobatan, atau anjuran dari tenaga medis.

Ketua IJTI Korda Sidoarjo, Pramono Putra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mengenalkan teh herbal kumis kucing kepada masyarakat melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan warga.

"Selain untuk memeriahkan Semarak HUT RI ke-81, kegiatan ini juga untuk mengajak dan mengenalkan teh herbal kumis kucing yang selama ini dikenal masyarakat," ujar Pramono.

Bagi warga Dusun Girang, lomba tersebut akhirnya bukan sekadar persoalan siapa yang menghasilkan racikan teh paling enak. Kegiatan itu menjadi ruang untuk berkumpul sekaligus membuka kembali ingatan masyarakat terhadap tanaman herbal yang ada di sekitar mereka.

Penyelenggara berharap pengenalan tersebut dapat membuat pengetahuan tentang tanaman herbal lokal tetap hidup dan tidak hilang di tengah perubahan kebiasaan masyarakat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut