Dianggap Tanaman Liar, Kumis Kucing Disulap Jadi Teh Herbal hingga Produksi 200 Kemasan per Pekan
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Tanaman kumis kucing yang selama ini kerap dianggap sebagai tanaman liar dan dibuang begitu saja ternyata memiliki nilai ekonomi bagi Herwanto, warga Desa Wono Kupang, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.
Alih-alih mencabut atau memotongnya, Herwanto justru memilih membudidayakan tanaman tersebut di lahan kosong di sekitar rumah. Tanaman yang tumbuh liar itu kemudian diolah menjadi teh herbal yang dipasarkan kepada masyarakat.
Herwanto, yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga kesehatan kapal selam di lingkungan TNI Angkatan Laut (TNI-AL), mulai serius mengembangkan budidaya kumis kucing sekitar enam bulan terakhir.
Ide tersebut muncul setelah dirinya melihat banyaknya masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, termasuk penyakit ginjal, yang membutuhkan perhatian serius.
“Saya melihat persoalan kesehatan, khususnya penyakit ginjal, semakin banyak terjadi. Dari situ saya ingin memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar untuk menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Herwanto.
Dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah, Herwanto bersama dua rekannya melakukan perawatan hingga proses panen. Dalam satu kali panen setiap pekan, mereka mampu menghasilkan sekitar 500 kilogram tanaman kumis kucing.
Editor : Arif Ardliyanto