Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Hanya Pintar di Kelas, Siswa SMK Surabaya Pamer Bakat Luar Biasa, Penampilannya Curi Perhatian
Advertisement . Scroll to see content

Sengit hingga Akhir! Siswa Mojokerto Taklukkan Pesaing di Turnamen E-Sports Surabaya

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Sengit hingga Akhir! Siswa Mojokerto Taklukkan Pesaing di Turnamen E-Sports Surabaya
Turnamen e-sports GYC di SMK Ketintang Surabaya berlangsung sengit. SMAN 1 Mojokerto keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan sekolah lainnya. Foto iNewsSurabaya.id/kia

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana Aula Sasana Widya Dharma SMK Ketintang Surabaya mendadak berubah menjadi arena persaingan sengit. Puluhan pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK saling adu strategi dan kemampuan dalam turnamen e-sports Garena Youth Championship (GYC).

Kompetisi yang dimulai pukul 10.00 WIB itu tidak hanya diikuti siswa dari Surabaya. Sejumlah peserta dari luar kota turut ambil bagian, termasuk pelajar dari Mojokerto, yang akhirnya berhasil membawa pulang gelar juara pertama.

Sejak pertandingan dimulai, atmosfer kompetisi langsung terasa. Sorakan pendukung bercampur dengan komunikasi antarpemain yang semakin intens ketika pertandingan memasuki momen-momen krusial.


Turnamen e-sports GYC di SMK Ketintang Surabaya berlangsung sengit. SMAN 1 Mojokerto keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan sekolah lainnya. Foto iNewsSurabaya.id/kia

Meski persaingan berlangsung ketat, para peserta tetap menunjukkan sikap sportif. Ketegangan selama permainan justru berubah menjadi suasana penuh keakraban setelah pertandingan berakhir.

Ketua Ekskul E-sport SMK Ketintang Surabaya, Dapit, mengatakan semangat peserta menjadi salah satu hal yang paling menonjol sepanjang kompetisi.

"Hal yang paling berkesan waktu berlangsungnya GYC itu dari semua peserta dari awal sampai akhir acara benar-benar semangat sekali. Waktu main yang bikin suasananya makin seru dan meriah. Tiap tim juga saling menggertak ke tim lain, tapi pas waktu selesai game semua tim langsung bersalaman terus tos juga yang menunjukkan sikap menghargainya."

Menurut Dapit, pertandingan e-sports tidak hanya mengandalkan kemampuan individu. Setiap pemain harus mampu berkomunikasi, membaca situasi, menyusun strategi, sekaligus membangun kerja sama dengan anggota tim.

Hal itu terlihat sepanjang pertandingan GYC. Para pemain dituntut tetap fokus ketika menghadapi tekanan dan mengambil keputusan cepat agar timnya mampu mengamankan kemenangan.

Dapit menilai pengalaman tersebut memberikan pembelajaran tersendiri bagi para pelajar.

"Dengan adanya event GYC yang diikuti oleh berbagai sekolah ini, otomatis siswa bakal belajar tentang strategi supaya timnya menang, kerja sama tim, dan belajar tentang sportivitas seperti menghargai lawan, menerima kekalahan jika timnya kalah, serta tetap rendah hati."

Menurutnya, kompetisi semacam ini juga dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki di bidang e-sports secara lebih terarah.

E-Sports Jadi Wadah Bakat Pelajar

Perkembangan e-sports di kalangan pelajar juga dinilai dapat mengubah pandangan bahwa bermain gim hanya sekadar aktivitas hiburan.

Ketika ditempatkan dalam kompetisi yang terstruktur, e-sports dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta belajar bertanggung jawab terhadap tim dan sekolah yang mereka wakili.

"Kompetisi ini bisa menjadi salah satu wadah bagi siswa yang memiliki kompetensi di bidang tersebut dan ingin mengembangkannya di bidang yang mereka sukai, serta bisa juga untuk membawa nama kebanggaan sekolah. Jadi e-sport itu bukan cuma soal bermain game saja, tapi bisa juga menjadi tempat buat mengembangkan bakat bagi para siswa," pungkasnya.

SMAN 1 Mojokerto Keluar sebagai Juara

Persaingan panjang akhirnya menghasilkan tiga tim terbaik. SMAN 1 Mojokerto berhasil merebut posisi pertama dan menjadi juara GYC.

Sementara itu, SMA Kartika IV-3 Surabaya harus puas berada di posisi kedua. Adapun peringkat ketiga ditempati SMPN 1 Tarik.

Hasil tersebut menjadi gambaran ketatnya persaingan antarsekolah. Strategi, komunikasi, kerja sama, hingga konsistensi setiap pemain menjadi faktor penting dalam menentukan hasil akhir pertandingan.

Gelaran GYC di SMK Ketintang Surabaya sekaligus menunjukkan bahwa e-sports mulai memiliki ruang tersendiri dalam kegiatan positif pelajar. Bukan hanya soal memenangkan pertandingan, kompetisi tersebut juga mempertemukan siswa untuk belajar disiplin, bekerja dalam tim, menghargai lawan, dan menerima hasil pertandingan dengan sportif.

Penulis: 

Jaya, Jurnalis SMK Ketintang Surabaya

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut