Jatim Jadi Pasar Seksi, 3 Mobil Baru Asal Jepang Dibawa ke Surabaya, Ada Mobil Listrik Hampir Rp1 M
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur menjadi wilayah penting dalam strategi pertumbuhan Mazda Indonesia. Bukan tanpa alasan, kontribusi penjualan dari provinsi ini mencapai sekitar 12 persen terhadap penjualan Mazda secara nasional sepanjang Januari-Juli 2026.
Angka tersebut menempatkan Jawa Timur sebagai penyumbang penjualan terbesar kedua setelah Jabodetabek. Potensi itu pula yang membuat Mazda membawa tiga model terbarunya ke Surabaya dalam gelaran BCA Expo Surabaya 2026.
Tiga kendaraan yang menjadi perhatian adalah The All-New Mazda CX-5, The New Mazda CX-30, dan The All-New Mazda 6e Fastback.

Kehadiran ketiganya bukan sekadar agenda pameran. Mazda ingin menunjukkan arah perkembangan produknya di Indonesia, mulai dari penguatan model global, produksi kendaraan secara lokal, hingga ekspansi ke pasar mobil listrik.
Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menilai karakter pasar Jawa Timur cukup sejalan dengan identitas Mazda.
“Kami melihat Jawa Timur sebagai salah satu pasar yang sangat penting bagi pertumbuhan Mazda di Indonesia. Kontribusinya terhadap penjualan nasional menunjukkan potensi yang kuat, sekaligus adanya pelanggan yang memiliki apresiasi terhadap desain, kualitas, dan karakter berkendara khas Mazda,” ujar Ricky.
Potensi pasar Mazda di Jawa Timur juga didukung keberadaan tiga jaringan penjualan, yakni Mazda Adityawarman dan Mazda Jemursari di Surabaya serta Mazda Malang Raya.
Menariknya, pilihan konsumen di Jawa Timur menunjukkan kecenderungan terhadap kendaraan yang menawarkan desain kuat sekaligus pengalaman berkendara.
Mazda 3 Hatchback tercatat menjadi model dengan penjualan tertinggi di wilayah Jawa Timur. Setelahnya, terdapat Mazda CX-5 dan Mazda CX-3.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Mazda optimistis memperkenalkan produk dengan karakter berbeda kepada konsumen di Surabaya.
The All-New Mazda CX-5, misalnya, hadir sebagai generasi terbaru SUV yang selama ini menjadi salah satu produk penting Mazda. Mobil ini membawa evolusi bahasa desain KODO: Soul of Motion, dengan kabin yang lebih lapang dan filosofi berkendara Jinba-Ittai.
Untuk pasar Jawa Timur, CX-5 tersedia dalam dua varian. Sport Edition dipasarkan dengan harga OTR Rp607,7 juta, sedangkan Kuro Edition dibanderol Rp697,7 juta.
CX-30 Jadi Penanda Produksi Lokal
Sementara itu, The New Mazda CX-30 memiliki cerita berbeda. Model tersebut menjadi kendaraan Mazda pertama yang dirakit secara lokal di Indonesia melalui fasilitas perakitan Mazda Indonesia.
Meski dirakit di dalam negeri, proses produksinya tetap mengadopsi standar produksi global Mazda. CX-30 ditawarkan dengan harga mulai Rp507,7 juta OTR Jawa Timur.
Bagi Mazda, produksi lokal bukan hanya berkaitan dengan menghadirkan kendaraan dengan harga yang kompetitif. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan keseriusan merek untuk memperkuat keberadaannya di pasar Indonesia.
Model ketiga adalah The All-New Mazda 6e Fastback yang membawa Mazda memasuki babak baru di segmen kendaraan listrik.
Mobil ini memadukan bentuk fastback dengan teknologi elektrifikasi, namun tetap mempertahankan identitas desain KODO: Soul of Motion.
Kiprahnya di ranah desain juga mendapat pengakuan melalui penghargaan 2026 World Car Design of the Year.
Untuk konsumen Jawa Timur, Mazda 6e Fastback ditawarkan dengan harga Rp860 juta OTR.
Ricky mengatakan, masing-masing model memiliki fungsi berbeda dalam strategi Mazda di Indonesia.
“The All-New Mazda CX-5 memperkuat fondasi kami melalui generasi terbaru salah satu SUV global Mazda. The New Mazda CX-30 menegaskan komitmen jangka panjang kami terhadap Indonesia melalui perakitan lokal, sementara The All-New Mazda 6e Fastback membuka babak baru perjalanan Mazda menuju elektrifikasi,” katanya.
Ada Penawaran Khusus Selama BCA Expo
Tak hanya membawa produk baru, Mazda juga menyiapkan sejumlah program khusus selama BCA Expo Surabaya 2026.
Konsumen berkesempatan memperoleh sales deals hingga Rp100 juta, program Upgraded 5-Years MyMazda Service yang mencakup biaya jasa dan suku cadang sesuai syarat dan ketentuan, paket pembiayaan khusus dalam jumlah terbatas, serta complimentary Paint Protection Film.
Head of Marketing & Communications PT Eurokars Motor Indonesia, Viya Arsawireja, mengatakan Jawa Timur masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Jawa Timur telah menjadi salah satu fondasi penting bagi Mazda, dan kami melihat masih banyak potensi untuk tumbuh. Dengan pilihan produk yang semakin lengkap, mulai dari SUV global, model yang dirakit secara lokal, hingga kendaraan listrik, kami optimistis dapat menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujarnya.
BCA Expo Surabaya 2026 pun menjadi kesempatan bagi konsumen Jawa Timur untuk melihat langsung tiga model terbaru Mazda tersebut.
Ketiganya dipamerkan di booth Mazda yang berada di Ciputra World Surabaya hingga 23 Agustus 2026.
Dengan kombinasi SUV generasi terbaru, kendaraan yang dirakit lokal, dan mobil listrik, Mazda tampaknya tidak hanya sedang mengejar pertumbuhan penjualan di Jawa Timur. Merek asal Jepang tersebut juga tengah menguji seberapa kuat respons konsumen terhadap arah baru industri otomotif yang semakin mengarah pada elektrifikasi dan produksi lokal.
Editor: Arif Ardliyanto