get app
inews
Aa Text
Read Next : Pabrikan Mobil Listrik China Agresif Garap Pasar Jatim

Jarak Tempuh Jadi Perhatian Serius Dalam Perjalanan, Ini Tren Baru Mobil Touring di Jawa Timur

Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:33 WIB
header img
Mobil touring kini tak hanya mengandalkan mesin konvensional. Teknologi PHEV menawarkan fleksibilitas perjalanan jarak jauh dengan kombinasi tenaga listrik dan bahan bakar. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren perjalanan jarak jauh dengan mobil atau touring mulai mendorong kebutuhan kendaraan yang tidak sekadar nyaman digunakan di dalam kota. Jarak tempuh, kapasitas penyimpanan, fleksibilitas sumber tenaga hingga kemampuan membawa perlengkapan menjadi sejumlah pertimbangan ketika mobil digunakan untuk perjalanan panjang.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian PT JETOUR Sales Indonesia saat membawa JETOUR T2 i-DM ke ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya, 26–30 Agustus 2026.

Regional Sales Manager PT JETOUR Sales Indonesia, Denny Anggono, mengatakan karakter kendaraan untuk perjalanan jauh perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Menurutnya, perjalanan touring memiliki tantangan berbeda dibandingkan mobilitas harian karena pengemudi harus mempertimbangkan jarak, kondisi jalan dan kebutuhan selama berada di perjalanan.

“Untuk perjalanan touring, fleksibilitas menjadi salah satu hal penting. Pengguna tidak hanya membutuhkan kendaraan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga membutuhkan ruang untuk membawa perlengkapan serta kemampuan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi yang ditemui,” kata Denny.

JETOUR T2 i-DM mengusung teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin 1.5 TGDI, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, transmisi hybrid tiga percepatan serta dua motor listrik.

Kombinasi tersebut membuat kendaraan memiliki karakter yang berbeda ketika digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun perjalanan antarkota. Salah satu aspek yang menjadi perhatian untuk aktivitas touring adalah klaim jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer dengan kondisi baterai dan bahan bakar terisi penuh.

Bagi perjalanan lintas kota, kemampuan tersebut dapat memberikan keleluasaan dalam menentukan rute. Pengguna juga tidak harus terlalu sering menghentikan perjalanan hanya untuk mencari lokasi pengisian daya atau bahan bakar.

Kebutuhan touring tidak berhenti pada kemampuan menempuh jarak jauh. Perlengkapan seperti tas, peralatan olahraga, perlengkapan berkemah hingga kebutuhan perjalanan lainnya membutuhkan ruang penyimpanan yang memadai.

JETOUR T2 i-DM memiliki ruang bagasi dan penyimpanan yang dirancang untuk mendukung aktivitas tersebut. Karakter SUV dengan desain boxy juga memberikan ruang yang relatif fungsional untuk membawa berbagai barang perjalanan.

Fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan daya hingga 3,3 kW turut memungkinkan kendaraan digunakan sebagai sumber listrik portabel. Fungsinya dapat dimanfaatkan ketika pengguna berada di luar ruang dan membutuhkan pasokan listrik untuk perangkat tertentu.

“Touring biasanya tidak hanya soal jarak. Ada aktivitas yang dilakukan setelah sampai di tujuan, sehingga kendaraan juga perlu mendukung kebutuhan selama perjalanan maupun ketika berada di lokasi,” ujar Denny.

Dari sisi konstruksi, JETOUR T2 i-DM menggunakan struktur Hardtop Cage Body Monocoque dengan sekitar 80 persen material high-strength steel. Struktur tersebut diklaim memiliki static load hingga 300 kilogram dan torsion rigidity mencapai 32.000 Nm/degree.

Karakter tersebut dipadukan dengan bentuk bodi yang tegas serta sejumlah elemen fungsional, termasuk Tie-Down Point untuk membantu membawa perlengkapan tambahan.

Masuknya teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) ke segmen SUV turut menunjukkan perubahan pilihan kendaraan untuk perjalanan jauh. Kendaraan jenis ini menawarkan kombinasi tenaga listrik dan mesin pembakaran internal sehingga pengguna memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan sumber tenaga.

Bagi perjalanan touring dengan rute panjang, keberadaan mesin konvensional masih memberikan fleksibilitas ketika fasilitas pengisian daya belum tersedia di sepanjang perjalanan. Pada saat yang sama, sistem elektrifikasi dapat dimanfaatkan sesuai kondisi penggunaan.

Menurut Denny, karakter tersebut menjadi bagian penting ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan dengan rute yang beragam.

“Teknologi elektrifikasi harus bisa mengikuti kebutuhan perjalanan. Untuk penggunaan jarak jauh, fleksibilitas menjadi penting karena kondisi dan karakter setiap rute bisa berbeda,” tuturnya.

Di GIIAS Surabaya 2026, JETOUR juga menampilkan sejumlah kendaraan lain, termasuk JETOUR T1 i-DM yang membawa konsep Urban Adventure SUV. Kehadiran berbagai model tersebut memperlihatkan semakin beragamnya pilihan kendaraan elektrifikasi untuk kebutuhan mobilitas, mulai dari penggunaan perkotaan hingga perjalanan dengan jarak lebih jauh.

Denny menambahkan, Surabaya dan Jawa Timur memiliki karakter perjalanan yang cukup beragam, sehingga kebutuhan kendaraan juga tidak selalu sama antara satu pengguna dengan pengguna lainnya.

“Jawa Timur memiliki banyak pilihan destinasi dengan karakter perjalanan yang berbeda. Karena itu, kami melihat kebutuhan pengguna terhadap kendaraan untuk perjalanan juga sangat beragam, termasuk mereka yang menggunakan mobil untuk touring dan eksplorasi,” katanya.

Dengan semakin berkembangnya infrastruktur dan pilihan kendaraan elektrifikasi, perjalanan jarak jauh menggunakan mobil PHEV berpotensi menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang menginginkan perpaduan antara penggunaan tenaga listrik dan fleksibilitas mesin konvensional.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut