get app
inews
Aa Text
Read Next : Akor FC Jombang Jaga Asa Lolos, PSBI Blitar Makin Terpuruk di Grup GG

Kejurprov Taekwondo Jatim 2026 Digelar di Surabaya, Ratusan Pelajar Adu Kemampuan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 09:31 WIB
header img
Kejurprov Taekwondo Jatim 2026 di GOR Kenjeran Park Surabaya menjadi ajang mencari bibit atlet muda sekaligus memperkuat regenerasi Taekwondo Jawa Timur. (Foto iNewsSurabaya.id/Trisna).

Untuk meningkatkan kualitas pembinaan, Pengprov Taekwondo Indonesia Jawa Timur tidak hanya mengandalkan kompetisi di dalam negeri. Pengalaman dan metode kepelatihan internasional juga mulai dimasukkan dalam program pembinaan.

Salah satunya melalui perekrutan pelatih asal Korea Selatan. Selain itu, Pengprov TI Jawa Timur menjalin kerja sama melalui nota kesepahaman atau MoU dengan Gwangju University, Korea Selatan.

Kerja sama tersebut kemudian diwujudkan melalui program Training Camp (TC) di Gwangju University. Atlet dan pelatih Jawa Timur mendapat kesempatan merasakan lingkungan latihan dengan sistem pembinaan Taekwondo yang lebih kompetitif.

“Pengprov TI Jawa Timur sudah menjalin kerja sama melalui MOU dengan Gwangju University, Korea Selatan, serta melaksanakan Training Camp (TC) di Gwangju University. Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada atlet dan pelatih Jawa Timur dalam lingkungan Taekwondo dengan sistem pembinaan yang kuat,” ucap Yusman.

Pembinaan juga tidak berhenti pada kemampuan teknik dan fisik. Faktor mental mulai mendapatkan perhatian karena atlet, khususnya usia muda, harus mampu menghadapi tekanan ketika berada di arena pertandingan.

Pengprov TI Jawa Timur menggandeng perguruan tinggi untuk memperkuat konseling bagi atlet. Pendekatan tersebut ditujukan untuk membantu atlet membangun kesiapan mental sekaligus kemampuan menghadapi tuntutan kompetisi.

PUSLATDA Mandiri Disiapkan untuk Pembinaan Jangka Panjang

Selain program kepelatihan internasional, Pengprov TI Jawa Timur menjalankan PUSLATDA Mandiri sebagai bagian dari pembinaan atlet secara berkesinambungan.

Program tersebut tidak hanya berorientasi pada persiapan menghadapi satu pertandingan. Pembinaan diarahkan agar berjalan terukur, disiplin, dan memiliki target jangka panjang.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun jalur pembinaan yang memungkinkan atlet pelajar berkembang menuju level kompetisi yang lebih tinggi.

Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengapresiasi konsistensi Taekwondo Jawa Timur dalam menggelar kompetisi. Menurutnya, pertandingan rutin dibutuhkan agar atlet tidak hanya menghabiskan waktu di tempat latihan.

“ Saya mengapresiasi penuh kegiatan ini, mendukung dan mengucapkan terima kasih karena Taekwondo secara intens selalu mengadakan kejuaraan-kejuaraan seperti ini sehingga anak-anak tidak sering latihan saja, tapi juga sering bertanding untuk beradaptasi,” ujar Nabil.

Menurut Nabil, pengalaman bertanding akan membantu atlet memahami situasi kompetisi sekaligus membangun mental. Namun, ada hal yang dinilai lebih penting, yakni memastikan atlet pelajar memiliki kesempatan untuk melanjutkan pembinaan ke jenjang berikutnya.

Atlet Pelajar Diproyeksikan Jadi Penerus Taekwondo Jatim

Kejurprov Antar Pelajar 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda kompetisi tahunan. Para peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik perlu mendapatkan pembinaan lanjutan agar potensi mereka tidak berhenti setelah meraih prestasi di tingkat pelajar.

“Tapi yang lebih penting lagi, bagaimana adik-adik ini bisa dipersiapkan menjadi generasi-generasi baru untuk menjadi penerus atlet-atlet Jawa Timur di Taekwondo,” tegas Nabil.

Ia berharap dari kejuaraan tersebut muncul atlet-atlet baru yang mampu memberikan kontribusi bagi daerah masing-masing sebelum nantinya memperkuat Jawa Timur.

“Mudah-mudahan ada peserta-peserta baru yang memberikan kontribusi terbaik di Pekan Olahraga Provinsi. Saya berharap adik-adik yang hadir di sini mewakili daerah kabupaten, kota masing-masing dan bisa memberikan prestasi untuk Taekwondo, untuk kota kabupaten, dan nantinya memberikan prestasi untuk Jawa Timur,” ujarnya.

Nabil juga menekankan pentingnya promosi atlet berprestasi ke jenjang pembinaan berikutnya. Dengan begitu, prestasi yang diraih saat masih berstatus pelajar dapat menjadi pijakan menuju karier olahraga yang lebih tinggi.

“Mudah-mudahan menghasilkan atlet-atlet terbaik yang bisa dipromosikan ke jenjang berikutnya,” lanjutnya.

Kejurprov Taekwondo Indonesia Piala Gubernur Jawa Timur Antar Pelajar 2026 pun menjadi salah satu tahapan penting dalam rantai regenerasi. Dari arena pertandingan di GOR Kenjeran Park Surabaya, atlet-atlet muda diharapkan tidak hanya pulang membawa pengalaman dan medali, tetapi juga membuka jalan menuju panggung olahraga yang lebih besar.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut