get app
inews
Aa Text
Read Next : Tak Lagi Dipilih Langsung, Begini Cara Baru Menentukan Ketua Umum PBNU 2026-2031

Massa Ricuh di Muktamar NU Jombang, Teriak Ganti Pimpinan hingga Terjadi Kebakaran Kecil

Minggu, 30 Agustus 2026 | 16:18 WIB
header img
Muktamar NU ke-35 di Jombang memanas. Massa geruduk arena sidang, teriak “ganti pimpinan sidang” hingga kelistrikan sempat terbakar. (Foto iNewsSurabaya.id/Zainul).

JOMBANG, iNewsSurabaya.id — Suasana Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, mendadak memanas, Minggu (30/8/2026). Kericuhan pecah saat pembahasan tata tertib pemilihan calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Hasbullah Said.

Ketegangan terjadi setelah sejumlah massa yang diduga bukan peserta resmi muktamar mendatangi arena sidang. Mereka disebut kecewa terhadap hasil pembahasan tata tertib pemilihan Ketua Umum PBNU.

Massa bahkan meneriakkan yel-yel “ganti pimpinan sidang” sambil berupaya masuk ke area kegiatan melalui pintu samping bagian barat GSG Hasbullah Said.

Aksi tersebut berujung pada dorong-dorongan dengan petugas keamanan yang berjaga di sekitar arena Muktamar NU. Situasi sempat berlangsung tegang ketika massa berusaha menerobos pengamanan.

Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Bidang Humas dan Publikasi, Muhammad Izzul Islam, mengatakan kericuhan terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Menurutnya, massa yang membuat kericuhan bukan merupakan peserta resmi muktamar.

“Jadi, sekitar jam 12 terdapat kericuhan dari oknum-oknum bukan peserta muktamar. Kericuhan ini disebabkan ketika pimpinan sidang dan Masyayikh-masyayikh sedang menetapkan tatib untuk pemilihan ketua,” kata Izzul.

Menurut Izzul, salah satu poin dalam tata tertib yang menjadi perhatian berkaitan dengan persyaratan calon Ketua Umum PBNU.

Dalam pembahasan tersebut, calon Ketua Umum PBNU disebut harus memiliki masa nonaktif minimal satu tahun dari partai politik maupun jabatan politik apa pun.

“Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah poin bahwa ketum itu harus iddah minimal satu tahun dari parpol atau jabatan politik apapun,” ujarnya.

Pembahasan aturan tersebut kemudian memicu ketegangan di luar ruang sidang. Setelah sidang ditutup, massa yang diduga merupakan penyusup kembali mencoba menerobos pengamanan di sisi barat arena utama.

Tak hanya berupaya masuk ke lokasi kegiatan, massa juga disebut melakukan tindakan yang mengganggu fasilitas pendukung pelaksanaan muktamar.

Kelistrikan Arena Muktamar Sempat Terganggu

Izzul mengatakan terdapat oknum yang diduga berusaha merusak bagian kelistrikan di sekitar arena Muktamar ke-35 NU.

Tindakan tersebut bahkan sempat menyebabkan bagian tertentu di sekitar arena mengalami kebakaran kecil.

“Tapi berhasil dicegah oleh tim keamanan. Kemudian ada juga yang berusaha untuk mengganggu berjalannya acara dengan merusak kelistrikan yang ada di arena Muktamar. Jadi ada yang sempat terbakar,” jelasnya.

Petugas keamanan kemudian bergerak menghalau massa dari area utama. Upaya tersebut membuat kelompok yang sebelumnya berada di sisi barat arena mundur.

Kericuhan disebut berlangsung sekitar 30 menit sebelum kondisi di sekitar lokasi mulai terkendali.

Atribut Gus Yusuf Disebut Dipakai Terbalik

Di tengah situasi tersebut, sejumlah orang yang berada di sekitar sisi barat arena disebut mengenakan kaus dengan atribut yang menampilkan salah satu bakal calon Ketua Umum PBNU, Gus Yusuf.

Namun, atribut tersebut dikenakan secara terbalik. Cara itu diduga dilakukan untuk menyamarkan gambar atau identitas yang terdapat pada kaus.

“Di sebelah barat tenda dan ketika tim kami turun di lapangan ada oknum-oknum yang menggunakan atribut salah satu balon yaitu Gus Yusuf, tapi kaosnya dibalik. Memakai kaos putih dibalik, gambarnya kelihatan,” kata Izzul.

Setelah berhasil dipukul mundur dari sisi barat arena utama, kelompok tersebut kemudian berpindah ke kawasan jembatan makam Mbah Hamid.

“Setelah dipukul mundur di barat arena tadi, para provokator ini pindah di jembatan makam Mbah Hamid,” ujarnya.

Meski kondisi di arena utama Muktamar ke-35 NU mulai mereda, Izzul menyebut kelompok tersebut masih berupaya melakukan aksi yang berpotensi mengganggu rangkaian kegiatan muktamar.

Situasi di sekitar arena pun terus mendapat pengamanan untuk memastikan agenda pemilihan pimpinan tertinggi PBNU dapat berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut