Realisasi Giling Capai 73 Persen, Petani Bondowoso Didorong Jaga Mutu Tebu
BONDOWOSO, iNewsSurabaya.id – Petani tebu di Bondowoso terus didorong meningkatkan kualitas hasil panen melalui penerapan prinsip MBS atau Manis, Bersih, dan Segar.
Penerapan prinsip tersebut bertujuan menjaga mutu tebu sejak dari kebun hingga diterima Pabrik Gula (PG) Pradjekan. Tebu yang dipanen pada tingkat kemasakan optimal, minim kotoran, serta segera dikirim setelah ditebang, mampu menjaga kualitas bahan baku. Hal ini juga mendukung proses pengolahan di pabrik.
Bagi petani, kualitas tebu juga berkaitan dengan hasil yang diperoleh dari panen. Semakin baik kualitas bahan baku yang dikirim, semakin besar peluang menghasilkan rendemen dan pengolahan yang optimal.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PG Pradjekan Bondowoso, Rolis Wikarsono. Ia mengajak petani konsisten menerapkan prinsip MBS dalam proses panen hingga pengiriman tebu.
“Petani harus terus menjaga kualitas tebunya. Tebu yang Manis, Bersih, dan Segar akan memberikan hasil yang lebih baik ketika masuk ke pabrik. Kami mengajak petani untuk mengirimkan tebu dengan mutu MBS ke PG milik PT SGN (Sinergi Gula Nusantara) agar hasil yang diperoleh lebih maksimal,” ujar Rolis, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, peningkatan kualitas tebu perlu menjadi perhatian bersama karena berpengaruh terhadap keberlanjutan industri gula. “Bahan baku berkualitas dapat mendukung kinerja pabrik dan membuka peluang bagi petani mendapatkan hasil panen yang lebih optimal,” jelasnya.
PG Pradjekan menargetkan penggilingan sebanyak 479.916,97 ton tebu pada musim giling tahun ini. Hingga 31 Agustus 2026, realisasi tebu yang telah digiling mencapai 351.300,05 ton atau sekitar 73,20 persen dari target.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi mengatakan, pihaknya terus memperkuat sinergi dengan petani melalui pengelolaan bahan baku dan proses pengolahan yang optimal.
“Kolaborasi antara petani dan pabrik kami mampu menciptakan ekosistem pergulaan yang produktif dan memberikan nilai tambah bagi kedua pihak,” terangnya.
Editor : Arif Ardliyanto