Wagub Jatim Pastikan Tak Ada Korban Meninggal dalam Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 431 santri diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) sekaligus Ketua Satgas MBG Jatim, Emil Elestianto Dardak, memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. “Tidak ada yang meninggal. Tidak betul. Tidak ada yang meninggal," tegas Emil, Rabu (2/9/2026).
Menurut Emil, kondisi sejumlah santri yang sebelumnya menjalani perawatan mulai membaik. Sebagian bahkan telah diperbolehkan pulang ke keluarga maupun kembali ke pesantren.
Meski sebagian pasien telah membaik, rumah sakit tetap disiagakan untuk mengantisipasi adanya pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan. “Bahkan tenaga-tenaga medis yang on call dipanggil semua. Sehingga bisa tertangani," katanya.
Sebanyak 431 santri dan santriwati tercatat mendapat perawatan di sejumlah rumah sakit. Di antaranya RSUD RT Notopuro, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, RS Arafah Anwar Medika, serta sejumlah rumah sakit lainnya.
Emil juga meluruskan informasi mengenai dugaan adanya makanan lain yang dikonsumsi para santri saat kegiatan Maulid Nabi di lingkungan Pondok Pesantren Manba'ul Hikam.
Dia memastikan tidak ada makanan lain yang dibagikan secara massal kepada para santri selain menu MBG yang disalurkan SPPG Kalitengah. “Kalau jajan sendiri-sendiri lain cerita, tapi secara massal tidak ada," kata Emil.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG yang dikonsumsi para santri terdiri atas nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu Bali, tumis buncis baby corn, dan apel.
Setelah mengonsumsi makanan tersebut, sejumlah santri mengeluhkan pusing, mual hingga lemas. Keluhan mulai dirasakan pada malam hari setelah Magrib dan mayoritas korban kemudian dirujuk ke sejumlah rumah sakit.
Emil mengatakan, keluhan serupa ternyata tidak hanya dialami santri Ponpes Manba'ul Hikam. Siswa dari sejumlah sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama juga mengalami keluhan. “Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama, SPPG Kalitengah Tanggulangin," jelasnya.
Total terdapat 19 lembaga pendidikan yang terdampak dalam kejadian tersebut. Lembaga pendidikan itu terdiri atas pesantren, SMA, SMP, SD hingga TK di wilayah Kecamatan Tanggulangin.
SPPG Kalitengah sebelumnya telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Berdasarkan asesmen, sarana dan prasarana dapur dinilai memadai dan sejumlah tenaga penjamah makanan juga telah mengikuti sertifikasi.
Editor: Arif Ardliyanto