Pemerintah Dorong Percepatan 5G, Cakupan Ditargetkan Meluas hingga 2029
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah mendorong percepatan pembangunan jaringan 5G di Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis kecerdasan artifisial (AI). Cakupan jaringan 5G ditargetkan terus meluas hingga ke berbagai daerah pada 2029.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital Ismail mengatakan konektivitas kini tidak lagi sekadar menjadi sarana komunikasi, tetapi telah menjadi fondasi produktivitas, inovasi, dan daya saing nasional.
Menurut Ismail, Indonesia telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang cukup kuat. Jaringan serat optik nasional telah membentang lebih dari satu juta kilometer, termasuk kabel bawah laut yang menghubungkan berbagai wilayah Indonesia. Perkembangan AI juga mengubah kebutuhan industri telekomunikasi.
"Dulu operator menjual bandwidth. Sekarang infrastruktur harus mampu mendukung layanan AI cloud dan berbagai aplikasi produktif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan industri," ujarnya, Senin (7/9/2026).
Untuk mempercepat pembangunan 5G, pemerintah menyiapkan kebijakan yang memberikan kepastian investasi bagi industri telekomunikasi. Salah satunya melalui penyediaan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dengan biaya yang lebih terjangkau.
“Pemerintah harus hadir memberikan ruang agar investasi infrastruktur digital dapat tumbuh lebih cepat," jelas Ismail.
Selain spektrum, pemerintah menyiapkan regulasi yang memberikan kepastian bagi investasi jangka panjang. Operator juga didorong melakukan transformasi model bisnis dengan menghadirkan solusi digital untuk berbagai sektor, seperti pertanian, pertambangan, manufaktur, kesehatan, pendidikan, dan keuangan.
"Kita ingin operator tidak hanya menyediakan jaringan, tetapi juga menghadirkan solusi yang menciptakan nilai tambah bagi berbagai sektor ekonomi," katanya.
Sejalan dengan dorongan tersebut, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (XLSmart) meningkatkan panduan belanja modal atau capitalized capex 2026 dari Rp15 triliun menjadi Rp20 triliun.
Tambahan investasi tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur digital, termasuk pengoperasian lebih dari 265 ribu BTS, perluasan layanan 5G, serta pemanfaatan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz.
Direktur dan Chief Regulatory Officer XLSmart Merza Fachys mengatakan pembangunan infrastruktur digital harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Konektivitas yang semakin luas dapat membuka akses terhadap pendidikan, layanan publik, transaksi digital, hingga memperluas pasar bagi pelaku UMKM," katanya.
Pertumbuhan layanan digital, AI, cloud, dan adopsi teknologi turut meningkatkan kebutuhan terhadap jaringan berkualitas. Dalam pengembangan jaringan, spektrum 700 MHz akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan dan penetrasi sinyal, sedangkan 2,6 GHz digunakan untuk meningkatkan kapasitas di wilayah dengan kepadatan trafik tinggi.
Direktur dan Chief Technology Officer XLSmart Shurish Subbramaniam mengatakan implementasi spektrum baru dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan wilayah yang membutuhkan perluasan jangkauan dan kawasan dengan pertumbuhan trafik data tinggi.
"Pendekatan berbasis kebutuhan ini penting untuk memastikan setiap pengembangan jaringan memberikan peningkatan kualitas yang relevan bagi pelanggan," ujarnya.
Peningkatan capitalized capex 2026 juga digunakan untuk mendukung pemanfaatan spektrum baru sekaligus mempercepat sejumlah investasi jaringan yang sebelumnya direncanakan pada tahun berikutnya.
Hingga semester pertama 2026, layanan 5G XLSmart telah tersedia di lebih dari 50 kota dengan dukungan sekitar 15 ribu BTS 5G. Cakupan populasi layanan 5G secara nasional mencapai 23 persen.
Editor: Arif Ardliyanto