Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tembus 128 Ribu TEUs, Arus Peti Kemas Pelabuhan Surabaya Melesat, Ekspor Kalahkan Impor
Advertisement . Scroll to see content

Antrean Ketapang Banyuwangi Tembus Belasan Kilometer, Kapal Tambahan dan Dermaga Bulusan Disiapkan

Rabu, 09 September 2026 | 05:20 WIB
  • author Siswanto
Antrean Ketapang Banyuwangi Tembus Belasan Kilometer, Kapal Tambahan dan Dermaga Bulusan Disiapkan
Antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi sempat mengular belasan kilometer. KMP Jatra disiapkan dan Dermaga Bulusan dikaji untuk mengurai kepadatan. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Antrean kendaraan di kawasan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, yang sempat mengular hingga belasan kilometer membuat sejumlah instansi bergerak cepat. Kapasitas penyeberangan akan ditambah, sementara Dermaga Bulusan kembali dilirik sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menghadirkan KMP Jatra. Kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 120 kendaraan dan diharapkan dapat membantu mempercepat pergerakan kendaraan dari Banyuwangi menuju Bali maupun sebaliknya.

Selain penambahan kapal, tim teknis juga akan melakukan survei terhadap kondisi dan kelayakan Dermaga Bulusan. Survei ini diperlukan untuk mengetahui sejauh mana dermaga tersebut dapat dioptimalkan sebagai bagian dari solusi mengurangi beban Pelabuhan Ketapang.

Rencana tersebut menjadi salah satu hasil rapat koordinasi lintas instansi yang berlangsung di Command Center Polresta Banyuwangi. Pertemuan dipimpin Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr Rofiq Ripto Himawan dan dihadiri unsur pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, ASDP, Pelindo, Dinas Perhubungan, KSOP, KPLP serta instansi terkait lainnya.

Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan mengatakan kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang dalam beberapa waktu terakhir sempat berada pada kondisi yang cukup parah.

"Kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang dalam beberapa waktu terakhir ini sempat memanjang hingga belasan kilometer," kata Rofiq.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan lamanya waktu perjalanan. Antrean panjang juga dapat mengganggu distribusi logistik, meningkatkan biaya operasional kendaraan angkutan, hingga berpotensi menghambat kendaraan yang membutuhkan penanganan prioritas.

Kondisi itu menjadi perhatian karena volume kendaraan yang masuk ke kawasan penyeberangan cukup tinggi, sementara kapasitas pelayanan masih terbatas.

Di sisi lain, sejumlah fasilitas dermaga masih menjalani proses peningkatan dan revitalisasi. Karena itu, penanganan kepadatan tidak bisa hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas di jalan.

"Sejumlah fasilitas dermaga juga masih menjalani peningkatan dan revitalisasi, sehingga penanganan tidak cukup hanya dilakukan melalui rekayasa lalu lintas di jalan," ujarnya.

Untuk langkah jangka pendek, ASDP menyiapkan tambahan kapal berkapasitas besar. Kehadiran KMP Jatra menjadi salah satu upaya untuk menambah kemampuan angkut kendaraan di lintasan penyeberangan.

"Kita akan hadir KMP Jatra yang mampu menampung sekitar 120 kendaraan," ujar Rofiq.

Selain penambahan kapal, Dermaga LCM juga akan dioptimalkan untuk melayani kendaraan logistik. Pola operasi kapal dan arus kendaraan menuju kawasan pelabuhan turut disesuaikan agar pergerakan kendaraan dapat berlangsung lebih lancar.

Polresta Banyuwangi juga menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik. Tim urai dan personel ditempatkan pada lokasi yang dinilai rawan terjadi penumpukan kendaraan.

"Penanganan tersebut juga diperkuat personel bantuan dari Polda Jawa Timur, serta sejumlah kantong parkir dimanfaatkan sebagai buffer zone sebelum kendaraan diarahkan masuk ke kawasan pelabuhan," jelasnya.

Dermaga Bulusan Jadi Alternatif Kurangi Beban Ketapang

Tidak berhenti pada penambahan kapal, pemerintah bersama instansi terkait mulai menyiapkan langkah jangka menengah. Salah satunya dengan mengkaji kembali pemanfaatan Dermaga Bulusan.

Tim survei teknis akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi geometrik dermaga sekaligus memetakan kebutuhan yang harus dipenuhi jika fasilitas tersebut nantinya dioperasikan secara optimal.

"Kita akan hadir KMP Jatra yang mampu menampung sekitar 120 kendaraan. Selain itu, akan ada tim survei geometri untuk mengecek bagaimana operasional Dermaga Bulusan dapat kita optimalkan," kata Rofiq.

Kapolresta menegaskan, langkah tersebut tidak semata-mata untuk mengatasi antrean yang terjadi saat ini. Pemerintah juga mulai menyiapkan antisipasi menghadapi periode dengan mobilitas masyarakat yang lebih tinggi.

Salah satunya adalah momentum libur Natal dan Tahun Baru yang diperkirakan kembali meningkatkan volume kendaraan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

"Langkah-langkah yang kita siapkan ini bukan hanya untuk menyelesaikan kepadatan yang terjadi saat ini, tetapi juga antisipasi jangka panjang. Mengingat ke depan kita akan menghadapi momentum hari libur Natal dan Tahun Baru yang berpotensi kembali meningkatkan volume kendaraan," ucapnya.

Pelabuhan Ketapang Didorong Layani Kapal Lebih Besar

Optimalisasi Dermaga Bulusan menjadi salah satu opsi untuk membagi beban pelayanan penyeberangan. Namun, untuk jangka panjang, pembenahan fasilitas pelabuhan juga dinilai penting.

Kapasitas dermaga perlu terus ditingkatkan agar dapat mendukung operasional kapal dengan ukuran lebih besar sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Pelabuhan ini ke depan harus kita perbaiki agar kapal-kapal yang lebih besar bisa bersandar dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal," tegas Rofiq.

Menurutnya, persoalan kepadatan kendaraan di Ketapang bukan tanggung jawab satu lembaga. Penyelesaiannya membutuhkan koordinasi antara pemerintah, operator penyeberangan, aparat keamanan, pengelola pelabuhan, hingga kelompok angkutan.

Forkopimda Tinjau Langsung Dermaga Bulusan

Usai rapat koordinasi, Kapolresta Banyuwangi bersama Forkopimda, instansi teknis dan perwakilan kelompok angkutan meninjau langsung Dermaga Bulusan.

Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi eksisting dermaga sekaligus menjadi bahan awal sebelum tim teknis menjalankan survei lebih mendalam.

Rofiq mengatakan optimalisasi Bulusan diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk membagi beban pelayanan penyeberangan sehingga antrean kendaraan di Ketapang tidak kembali menumpuk dalam skala panjang.

"Optimalisasi Dermaga Bulusan menjadi salah satu langkah yang disiapkan untuk membagi beban pelayanan penyeberangan. Sehingga kepadatan kendaraan di kawasan Ketapang dapat ditangani lebih efektif dan risiko antrean panjang kembali terjadi dapat ditekan," pungkasnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut