Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Surabaya Tetapkan Direksi Baru PDAM Surya Sembada 2026–2029
Advertisement . Scroll to see content

Air PDAM Surabaya Terkontaminasi Polutan, DPRD Bongkar Potensi Rp400 Miliar Hilang Tiap Tahun

Selasa, 08 September 2026 | 17:55 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Air PDAM Surabaya Terkontaminasi Polutan, DPRD Bongkar Potensi Rp400 Miliar Hilang Tiap Tahun
PDAM Surya Sembada Surabaya menangani pencemaran busa di Kali Surabaya. DPRD juga mengungkap potensi kehilangan air 36 persen senilai Rp400 miliar. Foto iNewsSurabaya.id/trisna

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persoalan pelayanan air bersih di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Di tengah upaya Perumda Air Minum Surya Sembada memulihkan kualitas air akibat pencemaran polutan busa di Kali Surabaya, DPRD Surabaya justru mengungkap persoalan lain yang tak kalah serius.

Dewan menyoroti tingkat kehilangan air PDAM yang disebut mencapai sekitar 36 persen setiap tahun. Jika dikonversikan dalam nilai rupiah, angka tersebut diperkirakan setara dengan potensi kehilangan pendapatan hingga Rp400 miliar per tahun.

Persoalan kualitas air dan tingginya kehilangan air itu kini menjadi pekerjaan rumah bagi Perumda Air Minum Surya Sembada. Terlebih, perusahaan daerah tersebut dituntut meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan potensi kehilangan pendapatan.

Perumda Air Minum Surya Sembada saat ini masih melakukan penanganan terhadap penurunan kualitas air baku di Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang.

Gangguan tersebut terjadi setelah ditemukan kontaminasi polutan berupa residu material dan busa pada air baku Kali Surabaya. Informasi mengenai sumber polutan diperoleh dari Perum Jasa Tirta (PJT) 1 yang menyebut material pencemar berasal dari kawasan hulu sungai.

Manajer Tata Usaha dan Humas Perumda Air Minum Surya Sembada Kota Surabaya Louis Andilun Gatu mengatakan sejumlah langkah teknis telah dilakukan untuk mempercepat pemulihan pasokan air kepada pelanggan.

“Langkah-langkah mitigasi teknis, penggelontoran air di pipa jaringan, hingga penyediaan bantuan air tangki gratis langsung diterapkan guna mempercepat pemulihan pasokan ke pelanggan,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Sementara itu, Manajer Produksi IPAM Karangpilang PAM Surya Sembada Didik Hariyanto mengatakan kondisi busa pada air baku mulai menunjukkan penurunan.

Menurut dia, secara visual busa di air baku sudah berangsur mereda pada siang hari 6 September 2026. Meski demikian, proses pemulihan instalasi masih harus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan sisa polutan tidak mengganggu kualitas air hasil pengolahan.

“Secara visual busa pada air baku sudah berangsur mereda siang ini (6/9). Namun, unit instalasi kami tetap perlu di-recovery menyeluruh untuk membersihkan sisa polutan,” kata Didik.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut