Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Emak-Emak Sidoarjo Adu Racikan Teh Kumis Kucing, Bahan Herbal dari Pekarangan Jadi Sajian Unik
Advertisement . Scroll to see content

Lima Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, IJTI Desak SOP Keselamatan Diperketat

Kamis, 10 September 2026 | 16:34 WIB
  • author Pramono Putra
Lima Jurnalis Hilang Kontak di Gunung Anak Krakatau, IJTI Desak SOP Keselamatan Diperketat
IJTI menyoroti pentingnya keselamatan jurnalis setelah lima wartawan dan tiga awak kapal hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Keselamatan jurnalis kembali menjadi sorotan setelah lima wartawan dan tiga awak kapal hilang kontak saat berada di perairan Gunung Anak Krakatau. Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) meminta aspek keselamatan tidak lagi ditempatkan sebagai pelengkap dalam setiap tugas peliputan, terutama di kawasan dengan risiko tinggi.

Hingga Kamis (10/9/2026), proses pencarian terhadap delapan orang tersebut masih dilakukan tim SAR gabungan. IJTI menyatakan terus mengikuti perkembangan operasi pencarian sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal yang masih menunggu kabar.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistira Pranoto dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Sementara itu, tiga awak kapal yang turut dalam perjalanan tersebut adalah Warta sebagai pengemudi speedboat, Surakman selaku awak kapal, dan Heriyanto yang bertugas sebagai pemandu.

Rombongan diketahui berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau menggunakan speedboat bermesin ganda atau double engine. Kapal tersebut juga telah dilengkapi jaket pelampung untuk para penumpang.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, IJTI menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR. Pencarian dilakukan secara bersama-sama oleh Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, nelayan setempat, serta sejumlah pihak lainnya.

IJTI berharap penyisiran di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau segera menemukan titik terang sehingga kelima jurnalis dan tiga awak kapal dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami menaruh harapan besar agar dedikasi di lapangan ini segera membuahkan hasil untuk menemukan rekan-rekan kami,” demikian pernyataan IJTI dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum IJTI Herik Kurniawan dan Sekjen Usmar Almarwan, Kamis (10/9/2026).

Keselamatan Jadi Prioritas Peliputan

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi perusahaan media dan jurnalis mengenai pentingnya mitigasi risiko sebelum menjalankan tugas di lapangan.

IJTI menilai wilayah bencana, termasuk kawasan gunung api aktif seperti Gunung Anak Krakatau, memiliki kondisi alam yang dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, setiap penugasan jurnalistik di medan ekstrem membutuhkan persiapan keselamatan yang matang.

Menurut IJTI, dinamika aktivitas vulkanik merupakan faktor alam yang memiliki tingkat risiko tinggi dan tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia.

Atas kondisi tersebut, IJTI menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi pertimbangan utama sebelum jurnalis ditugaskan ke lokasi berbahaya.

“Tidak ada berita yang seharga dengan nyawa manusia,” tegas IJTI.

Organisasi tersebut juga mendorong perusahaan media melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) peliputan berisiko. Evaluasi tersebut dinilai perlu mencakup prosedur keselamatan, pemetaan dan mitigasi risiko, hingga peningkatan pemahaman mengenai keselamatan atau safety awareness bagi jurnalis.

Pembekalan tersebut dianggap penting sebelum wartawan diterjunkan ke kawasan bencana maupun lokasi dengan kondisi medan ekstrem.

Jurnalisme Tetap Harus Berpihak pada Kemanusiaan

IJTI menilai tugas jurnalistik bukan sekadar mengejar informasi tercepat atau menghasilkan berita dari lokasi kejadian. Keselamatan pekerja media juga merupakan bagian penting dari praktik jurnalistik yang bertanggung jawab.

Dalam situasi seperti ini, dukungan kepada keluarga para jurnalis dan awak kapal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perhatian IJTI.

“Jurnalis yang pulang berkumpul bersama keluarganya dengan selamat adalah tujuan tertinggi,” tulis IJTI.

IJTI berharap seluruh unsur yang terlibat terus mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak tersebut. Organisasi jurnalis itu juga berharap keluarga para jurnalis dan awak kapal diberi kekuatan sembari menunggu perkembangan terbaru operasi SAR di perairan Gunung Anak Krakatau.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut