Drama 10 Lawan 11 di GBT, Alex Martins Antar Persebaya Raih 3 Poin Perdana
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya akhirnya mengamankan kemenangan pertama di Super League 2026/2027. Bermain di hadapan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (13/9/2026), Bajol Ijo menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.
Gol tunggal kemenangan Persebaya dicetak Alex Martins pada menit ke-74. Penyerang asal Brasil tersebut menjadi pemecah kebuntuan dalam pertandingan yang berjalan ketat sejak awal.
Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban Persebaya setelah pada laga pembuka musim hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Sejak peluit awal dibunyikan, Persebaya langsung berusaha mengambil kendali permainan. Serangan demi serangan dibangun untuk menekan pertahanan PSIM.
Namun, upaya tersebut belum menghasilkan gol. PSIM tampil disiplin dengan menjaga pertahanan tetap rapat sehingga sejumlah peluang yang diperoleh Persebaya gagal berujung pada keunggulan.
Memasuki babak kedua, situasi mulai menguntungkan Persebaya. PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah Adrian Purzycki menerima kartu merah pada menit ke-49.
Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin agresif. Meski demikian, PSIM justru semakin dalam bertahan dan mempersempit ruang yang bisa dimanfaatkan para pemain tuan rumah.
Kondisi tersebut membuat Persebaya tetap harus bekerja keras untuk menemukan celah.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui keunggulan jumlah pemain tidak selalu membuat pertandingan menjadi lebih mudah.
“Kadang-kadang jauh lebih sulit bermain 11 lawan 10 karena tim yang kekurangan pemain akan menutup ruang dan fokus bertahan total,” kata Bernardo Tavares seusai pertandingan.
Persebaya tidak menyerah. Tekanan terus diberikan hingga akhirnya peluang yang ditunggu datang pada menit ke-74.
Alex Martins berhasil menjadi pembeda. Gol tersebut membuat Persebaya unggul 1-0 sekaligus mengubah atmosfer pertandingan di GBT.
Setelah unggul, Persebaya berusaha menjaga ritme permainan dan mengamankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
PSIM masih mencoba mencari gol penyama kedudukan pada masa injury time. Namun, Ernando Ari tampil sigap di bawah mistar dan melakukan penyelamatan penting untuk mempertahankan keunggulan Persebaya.
Peluit panjang akhirnya memastikan tiga poin menjadi milik Green Force.
Bagi Alex Martins, gol tersebut memiliki arti tersendiri. Selain menjadi penentu kemenangan, gol itu tercipta pada laga kandang perdana Persebaya musim ini di hadapan langsung Bonek dan Bonita.
Tambahan tiga poin membuat Persebaya mendapatkan modal penting untuk melanjutkan perjalanan di Super League 2026/2027. Hasil ini juga menjadi respons positif setelah hasil imbang pada pekan pertama.
Meski demikian, kemenangan 1-0 atas PSIM menunjukkan masih ada sejumlah pekerjaan yang perlu dibenahi. Persebaya harus meningkatkan efektivitas serangan, terutama ketika menghadapi lawan yang memilih bermain rapat dan bertahan dengan banyak pemain.
Tiga poin memang sudah berada di tangan. Namun bagi Bernardo Tavares dan skuad Persebaya, kemenangan atas PSIM bukan akhir pekerjaan. Ini menjadi pijakan awal untuk membangun permainan yang lebih tajam pada laga-laga berikutnya.
Editor: Arif Ardliyanto