Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Lini Tengah Persebaya Makin Panas, Gledson Paixao Justru Kirim Pesan Mengejutkan
Advertisement . Scroll to see content

Serangan Persebaya Buntu, Garudayaksa FC Tahan Bajol Ijo 1-1 di Bung Tomo

Sabtu, 19 September 2026 | 18:43 WIB
  • author Saiful Arif
Serangan Persebaya Buntu, Garudayaksa FC Tahan Bajol Ijo 1-1 di Bung Tomo
Persebaya Surabaya gagal meraih kemenangan saat menjamu Garudayaksa FC di GBT. Bajol Ijo ditahan imbang 1-1 pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Persebaya Surabaya harus menelan hasil kurang maksimal saat menjamu Garudayaksa FC pada pekan ketiga Super League 2026/2027. Bermain di hadapan Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/9/2026), Bajol Ijo hanya mampu bermain imbang 1-1.

Persebaya sebenarnya tampil agresif sejak pertandingan dimulai. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke area pertahanan Garudayaksa FC. Sejumlah peluang juga berhasil diciptakan, termasuk melalui Yuran Fernandes dan Jefferson.

Namun, upaya tersebut belum menghasilkan gol. Hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama, kedua tim masih bermain tanpa gol.

Memasuki babak kedua, Persebaya kembali meningkatkan intensitas serangan. Tim tuan rumah berusaha memanfaatkan dukungan penuh dari tribun GBT untuk mencari gol pembuka.

Garudayaksa FC tidak tinggal diam. Tim tamu mampu meredam tekanan sekaligus memberikan ancaman melalui permainan yang lebih terorganisasi. Pertandingan pun berlangsung ketat hingga akhirnya kedua tim harus puas berbagi angka dengan skor 1-1.

Hasil tersebut membuat Persebaya kembali gagal mengamankan kemenangan di kandang. Sebelumnya, Green Force mampu meraih kemenangan tipis 1-0 ketika menghadapi PSIM Yogyakarta.

Situasi berbeda dirasakan Garudayaksa FC. Satu poin dari GBT menjadi hasil penting bagi tim besutan Milos Joksic karena berhasil menahan salah satu kekuatan Super League di hadapan pendukungnya sendiri.

Strategi Garudayaksa Hadapi Tekanan Persebaya

Sebelum laga, Milos Joksic sudah menyadari bahwa bermain di kandang Persebaya bukan perkara mudah. Pelatih asal Serbia tersebut menaruh perhatian terhadap kekuatan Green Force ketika tampil di GBT.

Garudayaksa kemudian menyiapkan pendekatan counter-pressing untuk meredam permainan Persebaya sekaligus mengganggu aliran bola tuan rumah.

"Kami sangat menghormati mereka. Kami tahu mereka sangat kuat di kandang, tetapi kami harus menunjukkan performa yang lebih baik," ujar Joksic sebelum pertandingan.

Strategi tersebut akhirnya membantu Garudayaksa bertahan dari tekanan Persebaya. Tim tamu mampu menjaga pertandingan tetap terbuka hingga peluit akhir.

Andik Vermansyah Kembali ke GBT

Pertandingan Persebaya kontra Garudayaksa juga menjadi momen khusus bagi Andik Vermansyah. Pemain yang memiliki hubungan kuat dengan Persebaya tersebut kembali ke Stadion GBT, kali ini dengan mengenakan seragam Garudayaksa FC.

Sebelum pertandingan, Andik sudah menyampaikan tekad untuk membantu timnya membawa pulang poin dari Surabaya.

"Pastinya kami sangat siap untuk berangkat ke Surabaya. Bagaimana caranya kita untuk curi poin di sini. Insyaallah kami akan tampil maksimal dan pastinya berjuang untuk curi poin di Surabaya," kata Andik.

Target tersebut akhirnya tercapai. Garudayaksa mampu membawa pulang satu poin dari GBT setelah pertandingan berakhir 1-1.

Bagi Persebaya, hasil ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan efektivitas serangan dan konsistensi permainan. Sementara bagi Garudayaksa, tambahan satu angka dari kandang Persebaya menjadi modal penting dalam perjalanan mereka di Super League 2026/2027.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut