Menengok Masjid Al-Bisri Gresik, Dirancang Ridwan Kamil dengan Konsep Ruang Terbuka
GRESIK, iNewsSurabaya.id – Masjid Al-Bisri di kawasan CitraLand Gresik Kota resmi diperkenalkan. Masjid karya Ridwan Kamil ini menjadi salah satu fasilitas ibadah sekaligus ruang bersama bagi penghuni dan masyarakat sekitar.
Senior Director Ciputra Group Sutoto Yakobus mengatakan, keberadaan tempat ibadah menjadi bagian dari pengembangan proyek-proyek Ciputra. Fasilitas tersebut tidak hanya berupa masjid, tetapi juga tempat ibadah lain sesuai kebutuhan komunitas penghuni.
“Di setiap proyek kami selalu ada tempat ibadah. Baik gereja maupun masjid. Baik yang dibangun oleh developer ataupun yang dibangun bersama-sama dengan komunitas penghuni,” ujar Sutoto, Minggu (20/9/2026).
Menurut dia, Masjid Al-Bisri memiliki makna khusus karena tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ikon dan penanda kawasan CitraLand Gresik Kota.
Masjid tersebut dirancang dengan konsep ruang terbuka yang terintegrasi dengan plaza, area hijau, serta danau di sekitar bangunan. Konsep itu diharapkan membuat masjid menjadi ruang bersama bagi warga.
Masjid Al-Bisri dibangun di atas area sekitar 324 meter persegi dengan kapasitas sekitar 500 jemaah. Bangunan terdiri dari dua lantai. “Walaupun tidak terlalu besar, tapi cantik sekali masjid yang ada di tempat ini,” ujarnya.
Sutoto mengatakan, desain masjid yang dinamis diharapkan menyatu dengan kawasan sekaligus memberikan karakter tersendiri. “Lokasinya yang berada di tepi danau juga menjadi salah satu unsur yang memperkuat tampilan kawasan,” ujarnya.
Nama Masjid Al-Bisri juga memiliki latar belakang khusus. Sutoto menjelaskan, nama tersebut didedikasikan untuk mengenang almarhum Haji Bisri Ilyas, tokoh yang memiliki hubungan dengan pengembangan kawasan tersebut.
Menurut Sutoto, penggunaan nama Al-Bisri telah mendapatkan izin dan restu dari keluarga Bisri Ilyas. “Nama Bapak Haji Bisri Ilyas juga di tempat ini bukan semata-mata sebagai sebuah nama, tetapi sebagai sebuah doa dan bentuk penghormatan,” katanya.
Sutoto mengatakan, ketika Ciputra mulai mengembangkan bisnisnya di Jawa Timur pada 1988, nama Bisri Ilyas telah dikenal sebagai salah satu figur yang dihormati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga Bisri Ilyas yang memberikan kepercayaan kepada Ciputra untuk mengembangkan kawasan tersebut.
Menurut Sutoto, pengembangan CitraLand Gresik Kota memiliki tantangan tersendiri karena karakter lahannya berkontur. Namun, kondisi tersebut justru dinilai dapat menghasilkan kawasan dengan karakter yang kuat.
“Kami yakin ini akan menjadi perumahan yang terbaik. Tentu kami tidak akan mengecewakan amanat almarhum keluarga almarhum Pak Bisri Ilyas untuk mengembangkan ini menjadi kebanggaan bagi Kota Gresik,” ujarnya.
Direktur PT Ciputra Development Tbk Agung Krisprimandoyo menambahkan, pengelolaan masjid akan melibatkan Muhammadiyah. “Masjid Al-Bisri ini dikonsep sebagai neighborhood mosque atau masjid yang melayani kebutuhan warga di lingkungan sekitar, khususnya penghuni kawasan,” ujarnya.
Sementara itu, kehadiran desain Ridwan Kamil menjadi salah satu karakter yang membedakan Masjid Al-Bisri dari fasilitas ibadah pada umumnya.
Mantan gubernur Jawa Barat itu dikenal sebagai arsitek yang merancang sejumlah masjid dengan pendekatan arsitektur modern dan eksplorasi bentuk.
Beberapa karya yang dikenal publik antara lain Masjid Raya Al Jabbar di Bandung, Masjid Al-Irsyad di Kabupaten Bandung Barat, serta sejumlah masjid lainnya.
Editor: Arif Ardliyanto