Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tuntut Rektor Turun, Mahasiswa Segel Gerbang Kampus UINSA Surabaya
Advertisement . Scroll to see content

Gerbang UINSA Surabaya Dirantai, Ban Dibakar! Mahasiswa Tuntut Rektor Mundur

Senin, 21 September 2026 | 17:56 WIB
  • author Rahmat Ilyasan
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai, Ban Dibakar! Mahasiswa Tuntut Rektor Mundur
Mahasiswa UINSA Surabaya kembali menggelar aksi. Gerbang kampus disegel, ban dibakar, aktivitas perkuliahan terganggu dan mahasiswa mendirikan tenda. Foto iNewsSurabaya.id/ilyas

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kembali memanas, Senin (21/9/2026). Massa mahasiswa menyegel sejumlah akses masuk kampus dan membakar ban sebagai bentuk protes terhadap kebijakan serta sejumlah persoalan yang mereka soroti.

Situasi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas kampus. Proses belajar mengajar dilaporkan terganggu karena mahasiswa maupun dosen tidak dapat masuk melalui akses utama kampus.

Pantauan di lokasi, mahasiswa menutup rapat gerbang utama UINSA Surabaya. Pintu gerbang bahkan dirantai sehingga akses keluar-masuk kampus menjadi terbatas.


Mahasiswa UINSA Surabaya kembali menggelar aksi. Gerbang kampus disegel, ban dibakar, aktivitas perkuliahan terganggu dan mahasiswa mendirikan tenda. Foto iNewsSurabaya.id/ilyas

Massa juga menggeber sepeda motor di depan lobi rektorat. Aksi kemudian berlanjut dengan pembakaran ban di salah satu titik akses keluar kampus.

Mahasiswa yang mengikuti aksi masih diperbolehkan masuk ke area kampus. Sementara itu, sejumlah pegawai disebut hanya diperkenankan masuk untuk melakukan absensi. Kendaraan mereka kemudian diparkir di luar kawasan kampus.

Koordinator Aksi Mahasiswa UINSA Surabaya, Kokoh Prakoso, mengatakan aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Menurutnya, mahasiswa masih menunggu respons langsung dari Rektor UINSA Prof. Akhmad Muzakki. Massa menilai belum adanya pertemuan langsung dengan rektor membuat sejumlah tuntutan mereka belum mendapatkan penjelasan.

“Kami ingin ada respons dan klarifikasi langsung dari rektor. Karena sampai sekarang kami belum mendapatkan penjelasan secara langsung terkait persoalan yang menjadi tuntutan mahasiswa,” ujar Kokoh.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa adalah meminta Rektor UINSA Prof. Akhmad Muzakki mundur dari jabatannya atau dicopot dari posisi tersebut.

Selain persoalan kepemimpinan, massa juga membawa sejumlah tuntutan lain. Di antaranya mendesak adanya transparansi dan keterbukaan informasi publik, pengusutan dugaan kasus korupsi di lingkungan Kopertais, serta perbaikan fasilitas kampus.

Mahasiswa juga menyoroti kebijakan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan penerapan jam malam di lingkungan kampus.

“Kami membawa beberapa tuntutan, mulai dari keterbukaan informasi publik, pengusutan dugaan persoalan di Kopertais, perbaikan fasilitas, sampai evaluasi kebijakan UKT dan jam malam kampus,” katanya.

Aksi mahasiswa hingga Senin sore masih berlangsung. Massa bahkan mendirikan tenda di area kampus sebagai bentuk keseriusan mereka mengawal tuntutan.

Mahasiswa menyatakan akan bertahan dan menginap di lingkungan kampus sampai mendapatkan respons langsung dari pihak rektorat.

Situasi ini membuat aktivitas akademik di sejumlah bagian kampus terganggu. Hingga berita ini ditulis, mahasiswa masih menunggu adanya dialog atau pertemuan dengan pihak rektorat untuk membahas tuntutan yang disampaikan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut