Ganasnya Lintasan BIG Downhill 2026 Tak Buat Nyali Ciut, Rider MTB IMIPAS Banyuwangi Cetak 6 Prestas
BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Jalur ekstrem Gantasan Bike Park, Banyuwangi, menjadi panggung pembuktian para rider Mountain Bike (MTB) IMIPAS Lapas Banyuwangi. Sebanyak 16 atlet turun dalam ajang Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 dan bersaing dengan rider dari berbagai daerah di Indonesia.
Dari belasan atlet yang berlaga, enam rider MTB IMIPAS berhasil mencatatkan prestasi pada sejumlah kategori. Salah satu hasil terbaik diraih Ramadhanta yang berhasil merebut posisi pertama pada kategori Beyond A.
Prestasi tersebut menjadi catatan penting bagi tim MTB IMIPAS Lapas Banyuwangi dalam menghadapi kompetisi downhill dengan persaingan yang semakin ketat.

Selain Ramadhanta, Aldi Aditya berhasil menempati posisi ketiga kategori Men Sport A. Sementara Dwi Sora Yoga Damarte finis di posisi keempat kategori Men Master G.
Dua rider lainnya, Mutakin dan Putra Caringin, masing-masing menempati posisi keenam. Mutakin tampil pada kategori Master Expert C, sedangkan Putra Caringin bersaing di kategori Men Master E.
Kalapas Banyuwangi, Solichin, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah membawa nama MTB IMIPAS dalam kompetisi tersebut.
“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet MTB IMIPAS yang telah bertanding. Hasil yang diraih menjadi kebanggaan tersendiri, namun yang tidak kalah penting adalah semangat dan sportivitas para atlet dalam mengikuti kompetisi,” ujar Solichin.
Menurutnya, pengalaman bertanding di ajang dengan peserta dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam proses peningkatan kemampuan para atlet.
BIG Downhill 2026 sendiri merupakan kompetisi balap sepeda gunung yang digelar dengan standar Union Cycliste Internationale (UCI). Ajang tersebut diikuti rider dari berbagai daerah di Indonesia dengan total 22 kelas yang diperlombakan.
Rangkaian kegiatan BIG Downhill 2026 telah dimulai sejak 16 September 2026 dan menjadi salah satu agenda olahraga yang mempertemukan para penghobi serta atlet downhill dari berbagai wilayah.
Bukan hanya dari sisi olahraga, penyelenggaraan BIG Downhill juga dinilai memberikan efek terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Kehadiran atlet, pendamping, dan wisatawan turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan kegiatan olahraga berskala nasional dapat memberikan dampak terhadap perekonomian daerah.
“Kehadiran para atlet dan wisatawan tentunya turut pula menggerakkan ekonomi lokal, khususnya bagi para pelaku UMKM,” kata Ipuk.
Sementara itu, Inisiator BIG Downhill, H. Munif, berharap penyelenggaraan kompetisi tersebut dapat ikut mendorong perkembangan olahraga downhill di Indonesia.
“Kami berharap kolaborasi seperti yang terwujud di BIG Downhill tahun ini bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem dan peningkatan prestasi downhill di level nasional,” tutur H. Munif.
Bagi MTB IMIPAS Lapas Banyuwangi, keikutsertaan dalam BIG Downhill 2026 bukan sekadar mengejar podium. Kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para rider untuk mendapatkan pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, sekaligus meningkatkan mental menghadapi persaingan di level nasional.
Enam prestasi yang berhasil diraih menjadi tambahan motivasi bagi para atlet MTB IMIPAS untuk terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Editor: Arif Ardliyanto