Tak Sekadar Ekstrakurikuler, KKRI SMK Di Surabaya Ini Jadi Bekal Siswa Hadapi Era Digital
Menurutnya, keberadaan ekstrakurikuler tersebut diharapkan mampu membantu sekolah menanamkan nasionalisme sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berintegritas.
Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin besarnya pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan mengakses berbagai informasi dan budaya melalui internet membuat siswa perlu memiliki kemampuan untuk menyaring setiap informasi yang diterima.
Pembentukan ekstrakurikuler KKRI di SMK Ketintang Surabaya salah satunya dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap dampak perkembangan teknologi terhadap generasi muda.
Penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar dinilai perlu diimbangi dengan penguatan karakter. Karena itu, kegiatan KKRI diharapkan menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk belajar disiplin sekaligus memperkuat rasa nasionalisme.
Bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman baru. Kia, salah satu siswa yang mengikuti pembukaan ekstrakurikuler KKRI, menilai kegiatan tersebut relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.
“Ekstra KKRI ini bagus banget buat anak zaman sekarang yang serba medsos. Lewat ekstra ini, kita enggak cuma belajar teori, tapi dilatih disiplin dan tanggung jawab supaya karakter kita makin kuat buat menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Kia.
Melalui kegiatan KKRI, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan dan rasa tanggung jawab menjadi bagian penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Selain itu, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan menyaring informasi, memahami budaya yang datang dari luar, serta menggunakan teknologi secara bijak juga menjadi bagian dari pembentukan karakter.
Dengan dibukanya ekstrakurikuler KKRI, SMK Ketintang Surabaya berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga mempunyai karakter kuat, semangat kebangsaan, serta rasa cinta tanah air.
Program tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045 dengan tetap memiliki identitas dan nilai-nilai kebangsaan.
Editor: Arif Ardliyanto