Gelar Saja Tak Cukup, Ini 3 Pesan Rektor Unesa untuk 1.517 Lulusan di Tengah Gempuran AI
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 1.517 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi menyandang status sebagai lulusan. Setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan tinggi, mereka kini dihadapkan pada tantangan baru: memasuki dunia profesional yang terus berubah akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan dinamika global.
Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., atau yang akrab disapa Cak Hasan, meminta para lulusan tidak hanya membawa ijazah ketika meninggalkan kampus. Ada tiga hal yang menurutnya harus menjadi bekal utama, yakni integritas, daya saing, dan semangat mengamalkan Tridharma perguruan tinggi.
Pesan tersebut disampaikan Cak Hasan saat memberikan pidato pada Wisuda Periode 122 jenjang sarjana terapan, sarjana, magister, dan doktor di Graha Unesa, Kampus 2 Lidah Wetan, Sabtu (26/9/2026).
Wisuda kali ini mengangkat tema “Wisudawan Unesa Berintegritas dan Berdaya Saing, Meneguhkan Tridharma untuk Indonesia Emas 2045”.
Menurut Cak Hasan, tema tersebut bukan sekadar slogan seremoni wisuda. Tema itu harus menjadi arah bagi para lulusan ketika mulai menjalani kehidupan di luar kampus.
“Tema wisuda kali ini menjadi sebuah komitmen dan arah kompas bagi langkah kalian setelah dari garda kampus Unesa,” kata Cak Hasan.
Dari total 1.517 wisudawan, sebanyak 93 orang merupakan lulusan sarjana terapan. Kemudian 1.257 lulusan sarjana, 140 magister, dan 27 doktor.
Di hadapan ribuan lulusan tersebut, Cak Hasan menyampaikan tiga pesan penting yang dinilai relevan dengan tantangan dunia setelah perguruan tinggi.
Pesan pertama berkaitan dengan integritas. Menurut dia, gelar akademik yang diperoleh setelah bertahun-tahun belajar tidak akan cukup menjadi modal menghadapi kehidupan profesional apabila tidak disertai kejujuran dan integritas.
“Gelar akademik yang hari ini melekat di belakang nama kalian tidak akan memiliki arti jika tidak dibarengi dengan integritas,” ujarnya.
Pesan kedua adalah meningkatkan daya saing global. Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat lulusan perguruan tinggi harus siap beradaptasi.
Cak Hasan menyinggung perkembangan artificial intelligence (AI), otomatisasi, hingga ketidakpastian global yang kini ikut memengaruhi berbagai bidang pekerjaan.
Karena itu, para lulusan diminta memiliki karakter tangguh, kreatif, inovatif, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi persoalan.
“Dunia di luar sedang berubah dengan kecepatan yang luar biasa. Kita berada di era kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi, ketidakpastian global. Untuk itu kalian dituntut memiliki daya saing yang tinggi, tidak mudah putus asa, tangguh, kreatif, dan mampu berinovasi,” tutur Cak Hasan.
Pesan ketiga menyangkut Tridharma perguruan tinggi. Cak Hasan mengingatkan, berakhirnya status sebagai mahasiswa tidak berarti nilai pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ikut berhenti.
Ilmu yang diperoleh selama berada di Unesa diharapkan dapat digunakan untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Amalkan ilmu yang kalian peroleh untuk kemaslahatan masyarakat. Berikan solusi nyata atas masalah-masalah yang dihadapi oleh negara ini. Jadilah agen-agen perubahan yang membawa kemanfaatan di mana kalian berada,” katanya.
Cak Hasan juga meminta para wisudawan tidak minder ketika memasuki dunia profesional. Ia menyebut para lulusan merupakan bagian dari Unesa yang telah mencatat sejumlah capaian di tingkat nasional maupun internasional.
Ia menyampaikan Unesa sebagai PTNBH unggul masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi berprestasi tingkat nasional. Unesa juga disebut meraih peringkat pertama dalam Liga Indikator Kinerja Utama (IKU) serta menjadi juara umum Peksiminas 2026.
Di tingkat global, Cak Hasan menyebut Unesa telah masuk peringkat 401 dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE). Selain itu, Unesa juga disebut meraih peringkat 38 dunia pada SDG 5 atau Kesetaraan Gender.
Meski telah menyelesaikan pendidikan, para lulusan tetap diminta tidak berhenti belajar. Menurut Cak Hasan, perkembangan teknologi dan transformasi digital membuat peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan yang terus berjalan.
“Harapannya kepada para wisudawan tetap semangat untuk selalu belajar dan belajar, karena perubahan begitu cepat, transformasi digital begitu cepat, sehingga kita tambah ilmu yang lebih tinggi lagi, S2 maupun S3 agar mereka menjadi agen-agen perubahan, dan agen-agen yang dibutuhkan oleh pemerintah,” kata Cak Hasan.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas akademik, Cak Hasan mengungkapkan Unesa telah menyiapkan anggaran bagi sivitas akademika, termasuk pegawai dan dosen, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 maupun S3.
Kesempatan tersebut, kata dia, juga dapat diberikan kepada alumni berprestasi agar mereka memiliki peluang melanjutkan pendidikan dan meningkatkan kapasitas akademiknya.
“Alumni yang hebat-hebat itu kita beri gratis agar mereka mendapatkan peluang,” ujarnya.
Kini, sebanyak 1.517 lulusan Unesa tersebut resmi memasuki fase baru dalam kehidupan. Gelar akademik yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi menjadi bekal untuk membangun karier sekaligus menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Wisuda Periode 122 pun menjadi titik awal bagi para lulusan untuk membuktikan bahwa pendidikan tinggi bukan sekadar tentang memperoleh gelar, melainkan juga tentang bagaimana ilmu, integritas, dan kemampuan yang dimiliki dapat diterapkan di tengah masyarakat.
Penulis :
Nikmatul Karomah, Magang Mahasiswa Unesa Surabaya
Editor: Arif Ardliyanto