Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 58 Pelajar Jatim Jadi Diplomat PBB, Diuji Negosiasi hingga Susun Resolusi PBB Mirip Aslinya
Advertisement . Scroll to see content

Masih SMA, Pelajar di Surabaya Ini Lakukan Gerakan Selamatkan Anjing Telantar

Rabu, 30 September 2026 | 14:58 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Masih SMA, Pelajar di Surabaya Ini Lakukan Gerakan Selamatkan Anjing Telantar
Jonathan Jayden Suteno, pelajar SMA Surabaya, menggagas PawsHope dan mengajak 80 pecinta anjing peduli anabul telantar lewat Walk With Paws. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

Melalui PawsHope, Jonathan mencoba membangun jembatan antara komunitas pecinta anjing dan kegiatan penyelamatan hewan.

Menurutnya, membantu anjing telantar tidak harus selalu dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan penyelamatan.

Masyarakat bisa mengambil bagian melalui donasi, adopsi, menjadi foster atau orang tua asuh sementara, hingga bergabung sebagai relawan.

“Walk With Paws bukan hanya menjadi ruang bagi anjing dan pemiliknya untuk beraktivitas bersama, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab,” kata Jonathan.

Bagi Jonathan, usia muda bukan alasan untuk menunggu sebelum berbuat sesuatu.

Ia justru ingin menunjukkan bahwa pelajar juga dapat mengambil peran dalam membangun kepedulian sosial melalui bidang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Walk With Paws menjadi salah satu cara yang dipilih untuk mengajak lebih banyak orang mengenal persoalan anjing telantar sekaligus membuka kesempatan untuk memberikan bantuan.

Aksi Anak SMA Ini Libatkan Komunitas

Dalam pelaksanaannya, PawsHope berkolaborasi dengan Growls, komunitas pecinta anjing, serta Coach Jenny selaku dog trainer.

Kehadiran komunitas membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas Jonathan bersama teman-temannya, tetapi berkembang menjadi ruang berkumpul bagi para pemilik anjing.

Kepedulian juga diwujudkan melalui donasi. Sebagian hasil kegiatan dan donasi yang terkumpul disalurkan kepada Annie Widjaja, aktivis dog rescuer, untuk membantu kebutuhan anjing-anjing rescue dan anak foster Growls.

Jonathan berharap gerakan yang dimulainya saat masih menjadi pelajar tersebut tidak berhenti pada satu kegiatan.

“Harapannya, Walk With Paws bukan hanya menjadi kegiatan jalan bersama. Kami ingin lebih banyak orang melihat bahwa masih ada anjing yang membutuhkan bantuan dan kita semua bisa mengambil bagian dengan cara masing-masing,” tuturnya.

Sebelum Jalan, Anabul Diperiksa Dokter Hewan

Ada pula perhatian khusus terhadap kesehatan anjing peserta. Sebelum mengikuti jalan santai, seluruh anjing menjalani pemeriksaan kesehatan dasar oleh dokter hewan.

Pemeriksaan meliputi kondisi umum, kesehatan kulit hingga kemungkinan adanya kutu. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan anjing peserta berada dalam kondisi yang cukup baik sebelum mengikuti aktivitas fisik.

drh. Angger dari Hewania Surabaya mengatakan pemeriksaan awal penting dilakukan untuk mengetahui kondisi masing-masing anjing.

“Setiap anjing yang ikut aksi Walk With Paws mendapatkan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mendeteksi kondisi anabul agar saat mengikuti jalan santai tidak malah jatuh sakit,” jelasnya.

Menurut dia, perhatian terhadap kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab pemilik hewan.

“Kasih sayang terhadap hewan peliharaan perlu berjalan bersama dengan perhatian terhadap kondisi kesehatan dan kebutuhannya,” tambahnya.

Sementara itu, Fikri, 35, peserta asal Malang, sengaja datang ke Surabaya bersama istrinya dengan membawa anjing Samoyed kesayangan mereka.

Ia menilai kegiatan yang digagas Jonathan memberikan pengalaman berbeda karena menggabungkan aktivitas bersama anabul dengan kepedulian terhadap anjing telantar.

“Aksi ini seru dan menyenangkan. Selain sebagai ajang donasi untuk membantu anjing-anjing yang terlantar atau belum memiliki rumah, juga sebagai ajang silaturahmi antara pawrent atau pecinta anabul, khususnya anjing. Sekaligus menjadi ajang liburan bagi anabul,” ujar Fikri.

Jonathan berharap semakin banyak anak muda berani memulai aksi dari hal yang mereka pedulikan.

Menurutnya, perubahan tidak harus selalu dimulai dengan gerakan besar. Kepedulian bisa tumbuh dari langkah sederhana, termasuk membantu seekor anjing yang sedang menunggu rumah dan keluarga baru.

Bagi anjing-anjing tersebut, satu tindakan kecil dari manusia bisa menjadi awal untuk mendapatkan kesempatan hidup yang lebih baik.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut