Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kawasan Industri Berkonsep Smart-Eco Hadir di Lamongan, Bidik Investasi dan Hilirisasi
Advertisement . Scroll to see content

Enam Sektor Jadi Andalan Jatim Menarik Investor, dari Manufaktur hingga Pariwisata

Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:50 WIB
  • author Lukman Hakim
Enam Sektor Jadi Andalan Jatim Menarik Investor, dari Manufaktur hingga Pariwisata
Event East Java Investment Forum (EJIF) 2026 di Grand City. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur (Jatim) menyiapkan sejumlah sektor strategis untuk memperkuat daya tarik investasi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. 

Sedikitnya enam sektor menjadi fokus dalam pengembangan peluang investasi Jatim. Mulai dari manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri hingga industri berkelanjutan dan bernilai tambah.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jatim, Rifki Ismal, mengatakan Jatim memiliki modal ekonomi yang kuat untuk menjadi salah satu pusat investasi utama di Indonesia. 

Potensi tersebut ditopang oleh besarnya pasar domestik, basis manufaktur, sumber daya alam, infrastruktur serta konektivitas yang menghubungkan Jatim dengan berbagai pasar.

Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi salah satu dasar pengembangan East Java Investment Forum (EJIF) 2026. Dalam forum tersebut, peluang investasi diarahkan pada penambahan modal serta investasi yang mampu menciptakan nilai tambah dan memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Enam sektor yang menjadi sorotan yakni manufaktur, agroindustri, pariwisata, infrastruktur, kawasan industri, serta industri berkelanjutan dan bernilai tambah lainnya,” katanya, Kamis (1/10/2026).

Sektor manufaktur, kata dia, menjadi salah satu kekuatan utama karena Jatim memiliki basis industri yang relatif beragam. Sementara agroindustri memiliki peluang pengembangan melalui pengolahan komoditas pertanian agar menghasilkan produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Di sektor pariwisata, peluang investasi diarahkan pada pengembangan destinasi dan infrastruktur pendukung. Adapun sektor infrastruktur dan kawasan industri dinilai penting untuk memperkuat konektivitas sekaligus menciptakan ekosistem yang mendukung kegiatan industri.

“Investasi berkelanjutan menjadi bagian penting seiring meningkatnya kebutuhan terhadap industri yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan efisiensi sumber daya,” terangnya.

Rifki mengatakan penguatan investasi tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian nasional yang masih ditopang permintaan domestik, investasi berkelanjutan, hilirisasi industri serta pembangunan infrastruktur.

“Jatim memiliki posisi strategis untuk menangkap peluang tersebut karena mempunyai pasar domestik besar dan konektivitas yang mendukung aktivitas perdagangan serta industri,” tandasnya.

Melalui EJIF 2026, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan juga menampilkan sejumlah Investment Projects Ready to Offer (IPRO) atau proyek investasi yang telah disiapkan untuk ditawarkan kepada calon investor.

Agenda EJIF 2026 mencakup presentasi proyek, diskusi strategis, business matching, pertemuan langsung antara investor dan pemilik proyek, hingga kunjungan ke lokasi proyek. Pola tersebut ditujukan untuk mempertemukan calon investor dengan kamar dagang, lembaga pemerintah dan pemilik proyek.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut