Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Neuvel Aesthetic Clinic Hadirkan Treatment Skin Booster Minim Downtime untuk Semua Usia
Advertisement . Scroll to see content

Cuma 4 Menit, Teknologi Ini Bikin Perawatan Kulit Tak Lagi Habiskan Waktu Seharian

Selasa, 06 Oktober 2026 | 10:52 WIB
  • author Hendro Djatmiko
Cuma 4 Menit, Teknologi Ini Bikin Perawatan Kulit Tak Lagi Habiskan Waktu Seharian
Teknologi skin tightening dan lifting 4 menit diperkenalkan di Surabaya. Simak cara kerja, konsep minim downtime, hingga pentingnya konsultasi medis. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Waktu pemulihan kini menjadi salah satu pertimbangan masyarakat sebelum memilih perawatan estetika. Di tengah aktivitas kerja dan kehidupan sosial yang padat, prosedur skin tightening atau pengencangan kulit yang praktis dan minim downtime mulai mendapat perhatian.

Kebutuhan tersebut turut mendorong perkembangan teknologi estetika nonbedah. Beragam inovasi dikembangkan untuk memberikan pilihan perawatan kulit yang lebih efisien, termasuk teknologi lifting yang mengutamakan proses singkat dengan tetap memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Salah satu inovasi tersebut diperkenalkan di Surabaya melalui “Maharva 4 Minutes Lift: The Next Era of Lifting” yang diperkenalkan Maharva Clinic Surabaya.

Founder Maharva Clinic, dr. Aji Bayu Chandra, M.Biomed (AAM), mengatakan perubahan gaya hidup membuat masyarakat semakin mempertimbangkan aspek kepraktisan ketika memilih prosedur estetika.

Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya melihat hasil perawatan, tetapi juga mempertimbangkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjalani prosedur dan masa pemulihan setelahnya.

“Perkembangan inilah yang dibawa Maharva melalui Maharva 4 Minutes Lift. Inovasi lifting terbaru yang menggabungkan expertise Maharva dalam skin lifting dengan ALTÉON, teknologi aesthetic asal Korea Selatan,” ujar dr. Aji.

Dalam prosedur tersebut, Maharva menggunakan Dios Twin Laser dari ALTÉON yang memiliki dua panjang gelombang, yakni 980 nm dan 1064 nm.

Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung perawatan skin tightening dan facial contouring. Energi laser diberikan pada jaringan kulit dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kebutuhan perawatan.

Meski disebut “4 Minutes Lift”, istilah tersebut tidak berarti keseluruhan kunjungan pasien hanya membutuhkan waktu empat menit. Durasi empat menit merujuk pada proses utama lifting menggunakan laser.

Tetap terdapat tahapan persiapan, pemeriksaan dan perawatan setelah tindakan yang perlu dilakukan sesuai protokol serta kondisi pasien.

“Efisiensi tersebut bukan berarti treatment dilakukan secara terburu-buru. Justru perkembangan teknologi memungkinkan proses treatment menjadi semakin praktis tanpa menjadikan kecepatan sebagai satu-satunya tujuan,” jelas dr. Aji.

Menurut dia, teknologi dalam prosedur estetika tidak dapat dipisahkan dari keahlian tenaga medis. Pasalnya, karakteristik kulit dan struktur wajah setiap orang berbeda sehingga pendekatan perawatan tidak bisa disamaratakan.

Perkembangan teknologi estetika membuat berbagai prosedur perawatan semakin mudah ditemukan. Namun, menurut dr. Aji, kehadiran perangkat baru bukan berarti teknologi menjadi satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan tindakan.

Usia, kondisi kulit, struktur wajah, riwayat perawatan hingga kebutuhan pasien menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sebelum menentukan prosedur.

“Bagi Maharva, perkembangan teknologi juga bukan sekadar tentang menghadirkan alat terbaru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dipahami dan diterapkan dengan tepat sesuai kebutuhan setiap pasien,” katanya.

Pertimbangan tersebut juga berkaitan dengan aspek keamanan. Sebelum menjalani prosedur estetika, pasien perlu berkonsultasi dengan tenaga medis yang kompeten untuk mengetahui apakah tindakan sesuai dengan kondisi mereka.

Pasien juga perlu memahami tujuan prosedur, manfaat yang realistis, kemungkinan efek samping, kontraindikasi hingga perawatan setelah tindakan.

Dengan demikian, istilah minim downtime tidak semestinya diartikan sebagai prosedur tanpa risiko atau jaminan bahwa seluruh pasien dapat langsung kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Kondisi setiap individu tetap menjadi pertimbangan utama.

Pengalaman menjalani prosedur tersebut turut dibagikan sejumlah figur, di antaranya Miss Earth Indonesia 2024 Jennifer Calista, fashion designer sekaligus lifestyle influencer Karla Jasmina, dan cooking influencer Liena Hartono.

Jennifer mengatakan faktor waktu menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih perawatan estetika di tengah aktivitasnya.

“Buat aku, treatment itu idealnya nggak bikin harus mengubah schedule seharian. Proses lifting-nya singkat, setelahnya bisa langsung lanjut aktivitas, dan lifting effect-nya juga langsung terasa,” ujarnya.

Karla Jasmina juga menilai efisiensi menjadi bagian penting dalam memilih perawatan.

“Efisiensi menjadi luxury tersendiri. Tetap bisa take care of myself tanpa harus stop everything else,” katanya.

Sementara Liena Hartono mengaku proses perawatan terasa lebih sederhana dari yang sebelumnya dibayangkan. Ia menyebut sensasi selama prosedur terasa ringan meski menggunakan teknologi laser.

Fenomena tersebut memperlihatkan perubahan pertimbangan masyarakat dalam memilih perawatan estetika. Prosedur yang praktis dan waktu pemulihan yang relatif singkat menjadi faktor yang semakin diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat.

Meski demikian, keinginan memperoleh hasil cepat tetap perlu diimbangi dengan pemahaman terhadap kondisi kulit masing-masing.

“Setiap wajah memiliki struktur, kondisi kulit dan kebutuhan yang berbeda. Bagi Maharva, teknologi bukanlah pengganti expertise, melainkan tools yang memungkinkan dokter memberikan pendekatan treatment sesuai kebutuhan masing-masing pasien,” tutur dr. Aji.

Pada akhirnya, perkembangan teknologi estetika bukan hanya mengenai seberapa cepat sebuah prosedur dapat dilakukan. Faktor keamanan, ketepatan pemilihan tindakan, kondisi pasien dan tujuan perawatan tetap menjadi bagian penting sebelum seseorang memutuskan menjalani prosedur.

Karena itu, masyarakat yang tertarik mencoba perawatan skin tightening maupun prosedur estetika lainnya disarankan memahami kondisi kulit terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menentukan tindakan.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut