Pemprov Jatim Gelontorkan Rp50 Miliar untuk 50.000 Murid SMA, SMK, dan SLB
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) mengalokasikan anggaran Rp50 miliar untuk bantuan biaya pendidikan bagi 50.000 murid afirmasi jenjang SMA, SMK, dan sekolah luar biasa (SLB) pada 2026.
Program ini menyasar murid dari keluarga prasejahtera untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan sekaligus mencegah putus sekolah akibat kendala ekonomi.
Setiap murid penerima bantuan dialokasikan dana sebesar Rp1 juta. Anggaran tersebut terdiri atas Rp4,275 miliar dalam APBD murni untuk 4.275 murid dan tambahan Rp45,725 miliar melalui Perubahan APBD (P-APBD) untuk 45.725 murid.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bantuan afirmasi pendidikan merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak yang membutuhkan bantuan biaya.
“Bantuan ini jangan hanya dilihat dari nilai nominalnya. Di balik setiap bantuan, ada cita-cita anak yang harus dijaga, perjuangan orang tua yang harus didukung, serta masa depan yang harus dipersiapkan bersama,” kata Khofifah, Minggu (11/10/2026).
Menurut Khofifah, persoalan ekonomi tidak seharusnya menjadi penghambat bagi anak untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi diri. Karena itu, pemerintah terus mendorong intervensi yang dapat membantu murid dari keluarga prasejahtera memenuhi kebutuhan penunjang sekolah.
“Program afirmasi pendidikan memastikan tidak ada anak yang harus berhenti sekolah karena terkendala kebutuhan penunjang pendidikan,” ujarnya.
Program bantuan pendidikan afirmasi menyasar murid kelas X, XI, dan XII, baik di sekolah negeri maupun swasta. Penerima diharapkan menggunakan bantuan untuk kebutuhan pembelajaran dan keperluan penunjang sekolah.
Di wilayah Blitar Raya, alokasi bantuan mencapai Rp2,25 miliar untuk 2.250 murid. Jumlah tersebut terdiri atas 225 murid penerima dari APBD murni dengan total anggaran Rp225 juta dan tambahan 2.025 murid melalui P-APBD.
Berdasarkan jenjang pendidikan, alokasi bagi Blitar Raya meliputi 315 murid SMA, 608 murid SMK, dan 1.327 murid SLB. Sebanyak 1.279 murid berasal dari Kabupaten Blitar, sedangkan 971 murid lainnya dari Kota Blitar.
Sementara itu, alokasi bantuan bagi murid afirmasi di Kabupaten Magetan mencapai Rp1,156 miliar untuk 1.156 murid. Rinciannya, 110 murid menerima bantuan melalui APBD murni dengan anggaran Rp110 juta, sedangkan 1.046 murid lainnya masuk dalam alokasi P-APBD sebesar Rp1,046 miliar. Berdasarkan jenjang pendidikan, penerima di Magetan terdiri atas 406 murid SMA, 596 murid SMK, dan 154 murid SLB.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, program bantuan afirmasi memiliki ketentuan yang harus diperhatikan calon penerima, termasuk larangan menerima bantuan sejenis secara bersamaan sesuai ketentuan program.
“Bantuan afirmasi ini tidak dapat digabungkan dengan program bantuan sejenis, seperti Program Indonesia Pintar atau PIP, Program Keluarga Harapan atau PKH, dan sejenisnya, sesuai ketentuan program,” jelas Aries.
Editor: Arif Ardliyanto