Bukan Jakarta atau Surabaya, Lamongan Kini Punya Pusat Data Internet yang Dilirik 70 Perusahaan
Perusahaan berencana memperluas jumlah pelanggan dan mengembangkan layanan untuk meningkatkan pemanfaatan infrastruktur digital di kawasan yang dikenal sebagai wilayah Plat S tersebut.
Keberadaan pusat data di daerah juga membuka peluang pemanfaatan yang lebih luas. Selain penyedia jasa internet, instansi pemerintah dan perguruan tinggi berpotensi menggunakan infrastruktur ini untuk menunjang konektivitas serta kebutuhan layanan digital.
Ketua Pengurus Wilayah APJII Jawa Timur Yosvensa Setiawan menilai pembangunan pusat data di daerah dapat memperluas akses terhadap infrastruktur digital sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Menurut dia, dampaknya tidak hanya dirasakan sektor teknologi informasi. Pengembangan jaringan dan telekomunikasi juga berpotensi mendorong kebutuhan tenaga kerja untuk pembangunan kabel serta infrastruktur pendukung lainnya.
Kebutuhan Pusat Data Nasional Terus Meningkat
Ketua Umum APJII Muhammad Arif mengatakan, pertumbuhan ekonomi digital turut mendorong peningkatan kebutuhan pusat data di Indonesia.
Kapasitas pusat data nasional yang telah beroperasi saat ini disebut mencapai sekitar 540 megawatt (MW). Angka tersebut diproyeksikan melampaui 1.000 MW pada 2030.
Peningkatan kebutuhan itu perlu diimbangi dengan pembangunan fasilitas baru, termasuk di luar kawasan metropolitan. Penyebaran pusat data dinilai penting untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan pengolahan informasi sekaligus mendekatkan layanan kepada pengguna.
Dalam perkembangan tersebut, pusat data berskala menengah dan edge data center menjadi bagian dari alternatif pengembangan infrastruktur digital. Model ini memungkinkan pemrosesan data dilakukan lebih dekat dengan lokasi pengguna sehingga berpotensi mengurangi keterlambatan akses.
Dari sisi pemerintah daerah, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamongan Arif Bachtiar menyambut kehadiran TSN sebagai perkembangan baru bagi konektivitas dan digitalisasi daerah.
“Ini tonggak baru untuk internet dan digitalisasi di Lamongan sebagai kota penyangga,” katanya.
Kehadiran pusat data TSN dan IIX-JI menambah pilihan infrastruktur digital di Jawa Timur. Ke depan, dampaknya terhadap kualitas internet dan aktivitas ekonomi daerah akan bergantung pada pertumbuhan pelanggan, pemanfaatan layanan, serta kolaborasi antara perusahaan teknologi dan pemerintah.
Editor: Arif Ardliyanto