Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Inflasi Jatim Mei 2026 Tembus 3,49 Persen, Dipicu Kenaikan Harga Emas hingga Daging Ayam Ras
Advertisement . Scroll to see content

Kesadaran Lindungi Aset Meningkat, Penjualan Brankas Tumbuh hingga 15 Persen

Kamis, 15 Oktober 2026 | 15:33 WIB
  • author Lukman Hakim
Kesadaran Lindungi Aset Meningkat, Penjualan Brankas Tumbuh hingga 15 Persen
Tak harus ke bank, brankas pribadi menawarkan akses aset kapan saja. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren investasi emas dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan aset mendorong pertumbuhan pasar brankas di Indonesia. 

Chubbsafes, merek brankas dan solusi keamanan fisik di bawah Gunnebo Group, mencatat tren penjualan brankas di Indonesia tumbuh sekitar 10–15 persen setiap tahun.

Sales Director PT Gunnebo Indonesia Distribution, Rudy Wijaya, mengatakan pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyimpan aset fisik, mulai dari emas batangan, perhiasan, hingga koleksi barang berharga lainnya.

“Trennya naik terus, setiap tahun sekitar 10 sampai 15 persen,” kata Rudy saat ditemui dalam ajang Surabaya International Jewellery Fair 2026 di Shangri-La Hotel Surabaya, Kamis (15/10/2026).

Menurut Rudy, meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan brankas. Kepemilikan tempat penyimpanan sendiri dinilai memberikan keleluasaan bagi pemilik aset untuk mengakses barang berharga kapan saja.

Ia menjelaskan, penyimpanan melalui safe deposit box di perbankan memiliki keterbatasan waktu akses karena mengikuti jam operasional bank. Sebaliknya, brankas pribadi memungkinkan pemilik mengambil aset tanpa harus menunggu layanan perbankan dibuka.

“Orang sekarang semakin sadar bahwa aset perlu dilindungi. Apalagi, tren investasi emas sedang berkembang dan masyarakat ingin memiliki aset fisik,” ujarnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Chubbsafes memperkenalkan produk brankas terbaru, DuoGuard GIII. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap upaya pembongkaran serta kebakaran. Produk tersebut sudah tersertifikasi dari Eropa.

Menurut Rudy, aspek bobot menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan brankas. Brankas yang terlalu berat berpotensi menambah beban struktur bangunan, terutama ketika terjadi bencana seperti gempa bumi.

“Ukurannya juga beragam sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna,” jelasnya.

Chubbsafes juga memperkenalkan lini Regal yang menyasar kebutuhan penyimpanan perhiasan dan koleksi jam tangan. Produk tersebut dilengkapi fitur watch winder untuk menjaga pergerakan jam tangan otomatis serta sistem penguncian digital.

Ada pula Minitec, sistem penguncian yang menggunakan kode one-time password (OTP). Kode tersebut hanya dapat digunakan satu kali untuk membuka brankas. Sementara sistemnya mendukung pencatatan aktivitas akses untuk kebutuhan audit.

Chubbsafes juga melayani kebutuhan penyimpanan yang dirancang secara khusus sesuai permintaan pelanggan. Pengembangan produk dapat mencakup fasilitas penyimpanan khusus hingga ruang perlindungan atau safe house.

Dari sisi harga, produk brankas yang ditawarkan memiliki rentang mulai di bawah Rp10 juta. Sementara itu, produk khusus atau custom ditentukan berdasarkan ukuran dan kebutuhan spesifikasi pelanggan.

Rudy mengatakan, di Indonesia, produk Chubbsafes diproduksi melalui fasilitas manufaktur PT Chubb Safes Indonesia di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari jaringan produksi global Gunnebo Group yang memiliki tujuh pabrik di berbagai negara.

Selain mendukung pasar global, produksi dalam negeri memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) lebih dari 50 persen. Kapasitas produksi fasilitas di Indonesia disebut mencapai sekitar 20.000 unit per tahun. Dari total produksi tersebut, sekitar 70 persen dialokasikan untuk pasar ekspor. “Sedangkan 30 persen sisanya dipasarkan di dalam negeri,” jelasnya.

President Director, PT Gunnebo Indonesia Distribution, Joao Vitorio menambahkan, pasar ekspornya mencakup sejumlah kawasan, antara lain Eropa, Asia Tenggara, Timur Tengah, China, dan Australia. “Produk yang diproduksi di Indonesia juga dipasarkan ke China untuk memenuhi kebutuhan brankas dengan tingkat keamanan tinggi,” imbuhnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut