Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masuk Kampus Bukan Cuma Cari Gelar, 391 Mahasiswa Baru UWP Diberi Tantangan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Tak Sekadar Teken Kerja Sama, Kampus di Surabaya Ini Jadi Jembatan Siswa SMA-SMK ke Perguruan Tinggi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 13:54 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Tak Sekadar Teken Kerja Sama, Kampus di Surabaya Ini Jadi Jembatan Siswa SMA-SMK ke Perguruan Tinggi
UWP menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 12 Surabaya dan SMK Farmasi Surabaya untuk memperkuat kolaborasi pendidikan. Sebanyak 397 sarjana diwisuda pada 2026. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kolaborasi antara sekolah menengah dan perguruan tinggi menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesinambungan pendidikan. Melalui kemitraan tersebut, siswa diharapkan memiliki akses informasi dan kesempatan lebih luas untuk mempersiapkan diri melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

“Kerja sama ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah wujud nyata komitmen UWP sebagai Kampus Sociopreneur untuk membangun kolaborasi lintas institusi pendidikan,” kata Rektor Universitas Wijaya Putra (UWP), Dr. Budi Endarto, SH., M.Hum.

Komitmen itu diwujudkan melalui penandatanganan kerja sama antara UWP dengan SMA Negeri 12 Surabaya dan SMK Farmasi Surabaya. Penandatanganan berlangsung di sela Wisuda Sarjana UWP 2026 di Dyandra Convention Center Surabaya, Sabtu (17/10/2026).


UWP menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 12 Surabaya dan SMK Farmasi Surabaya untuk memperkuat kolaborasi pendidikan. Sebanyak 397 sarjana diwisuda pada 2026. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Kemitraan tersebut diarahkan untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Ruang lingkup kolaborasi mencakup sosialisasi pendidikan lanjutan, pengembangan kapasitas siswa, serta kegiatan akademik maupun nonakademik.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UWP menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 12 Surabaya. Sementara itu, Fakultas Psikologi UWP menggandeng SMK Farmasi Surabaya.

Budi mengatakan, hubungan antara sekolah dan perguruan tinggi perlu dibangun melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi peserta didik. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh informasi mengenai pilihan kuliah, tetapi juga memiliki gambaran lebih jelas tentang proses pendidikan tinggi.

“Kami ingin memastikan bahwa siswa SMA dan SMK memiliki gambaran yang jelas serta dukungan yang kuat untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Budi, kolaborasi antarlembaga pendidikan tidak seharusnya berhenti setelah penandatanganan kesepakatan. Pelaksanaannya perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan yang relevan agar sekolah dan perguruan tinggi dapat saling mendukung dalam menyiapkan generasi muda.

Penandatanganan kerja sama tersebut menjadi bagian dari rangkaian Wisuda Sarjana UWP 2026. Dalam acara itu, sebanyak 397 wisudawan dan wisudawati dari berbagai fakultas resmi dikukuhkan setelah menuntaskan pendidikan tinggi.

Momentum wisuda tidak hanya menjadi penanda berakhirnya masa studi, tetapi juga kesempatan bagi para lulusan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Salah satu lulusan yang meraih perhatian adalah Bayu Andriyani Wahyuning Lestari dari Fakultas Psikologi. Ia dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik UWP 2026 dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99.

Bayu merupakan lulusan SMK Farmasi Surabaya. Capaian akademik tersebut menjadi salah satu prestasi menonjol dalam wisuda tahun ini.

Penghargaan lainnya diraih Aisyah Salsabila Artanti dari FISIP UWP. Lulusan SMA Negeri 12 Surabaya tersebut memperoleh dua predikat sekaligus, yakni Wisudawan Terfavorit dan Wisudawan Berprestasi.

Aisyah mencatatkan skor Mahasiswa Berprestasi (Mawa) tertinggi sebesar 1.218. Sebelum penerima penghargaan ditetapkan, sebanyak 11 nominasi wisudawan terbaik dan 15 nominasi wisudawan terfavorit mengikuti proses penilaian oleh dewan penilai.

Selain prosesi wisuda dan pemberian penghargaan, kegiatan tersebut diisi orasi ilmiah oleh Dekan Fakultas Teknik UWP, Dr. Ir. Ong Andre Wahyu Riyanto, ST., MT.

Dalam orasinya, ia membahas optimasi tata letak turbin angin dan perutean kabel kolektor untuk meminimumkan biaya energi pada pembangkit listrik tenaga bayu di darat.

Pembahasan tersebut menyoroti peran perencanaan teknis dalam meningkatkan efisiensi serta menekan biaya pengembangan pembangkit listrik berbasis energi angin.

Melalui rangkaian kegiatan ini, UWP menempatkan penguatan kemitraan pendidikan sebagai salah satu upaya membangun hubungan yang lebih erat dengan sekolah menengah. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan siswa sekaligus memperkuat kesiapan mereka menghadapi pendidikan tinggi.

Di sisi lain, pengukuhan 397 sarjana menjadi pengingat bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mendorong mereka agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut