Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Sekadar Lomba, 153 Tim Mahasiswa Berebut Hadiah Rp934 Juta Lewat Inovasi Kendaraan Listrik
Advertisement . Scroll to see content

Masuk Kampus Bukan Cuma Cari Gelar, 391 Mahasiswa Baru UWP Diberi Tantangan Ini

Kamis, 17 September 2026 | 07:27 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Masuk Kampus Bukan Cuma Cari Gelar, 391 Mahasiswa Baru UWP Diberi Tantangan Ini
391 mahasiswa baru UWP mengikuti PKKMB 2026. Mereka didorong menjadi agen perubahan, adaptif terhadap AI, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar soal mengejar nilai dan menyelesaikan tugas kuliah. Sebanyak 391 mahasiswa baru Program Sarjana Universitas Wijaya Putra (UWP) mulai diarahkan untuk melihat kampus sebagai ruang membangun kemampuan sekaligus menciptakan perubahan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UWP 2026 yang mengusung tema “Membangun Generasi Unggul, Kritis, Berintegritas, dan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045.”

Rangkaian PKKMB digelar di Kampus Benowo, Surabaya, pada 13 September serta 16-20 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi pintu masuk bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi sekaligus memahami peran yang dapat mereka ambil di tengah perubahan zaman.


391 mahasiswa baru UWP mengikuti PKKMB 2026. Mereka didorong menjadi agen perubahan, adaptif terhadap AI, berintegritas, dan berdampak bagi masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/arif

UWP tidak ingin PKKMB hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan. Melalui konsep “Kampus Berdampak” yang berlandaskan semangat UWP sebagai Kampus Sociopreneur, mahasiswa diperkenalkan pada gagasan bahwa pendidikan tinggi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Mahasiswa didorong untuk tidak hanya menjadikan perkuliahan sebagai jalan memperoleh ijazah. Lebih dari itu, mereka diharapkan mampu membaca persoalan di lingkungan sekitar, menyusun gagasan, kemudian menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UWP, Dr. Esa Wahyu Endarti, SH., M.Si., mengatakan tantangan mahasiswa saat ini semakin kompleks karena perkembangan teknologi digital berlangsung sangat cepat.

“Mahasiswa hari ini hidup berdampingan dengan pesatnya teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan. Karena itu, mereka harus mampu menguasai literasi digital tanpa meninggalkan etika dan integritas akademik,” ujar Esa Wahyu dalam sambutannya.

Menurut dia, perkembangan artificial intelligence (AI) membuat kemampuan mahasiswa tidak cukup hanya bertumpu pada penguasaan materi akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan persoalan, serta berkomunikasi secara efektif.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut