Bukan Sekadar Banyak Kegiatan, Organisasi Pemuda Diminta Punya Arah dan Dampak Jelas
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Organisasi kepemudaan tidak cukup hanya terlihat aktif menggelar berbagai kegiatan. Di balik program yang berjalan, kemampuan anggota berkomunikasi, membagi tugas, berkoordinasi, hingga mengukur dampak kegiatan menjadi bagian penting agar organisasi benar-benar berkembang.
Persoalan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pembinaan Penguatan Pemuda yang digelar Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya di Museum Pendidikan Surabaya, Rabu (16/9/2026).
Salah satu materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut menyoroti penguatan kelembagaan pemuda. Organisasi diharapkan tidak hanya sibuk menyusun agenda, tetapi juga memiliki pembagian peran, visi, mekanisme kerja, serta tujuan yang dapat diukur.

Pimpinan Redaksi iNewsSurabaya.id Arif Ardliyanto, yang menjadi salah satu pemateri, mengatakan persoalan organisasi sering kali muncul ketika pekerjaan terlalu banyak dibebankan kepada satu orang.
Menurutnya, organisasi merupakan kerja bersama sehingga setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawabnya.
"Organisasi tidak bisa dijalankan satu orang, ada kerja sama satu sama lain. Jika diabaikan, organisasi tidak bisa berjalan," ujar Arif.
Ia mencontohkan kondisi ketika seorang ketua mengambil hampir seluruh pekerjaan organisasi, sedangkan anggota lainnya hanya menunggu atau mengikuti keputusan yang telah dibuat.
Pola seperti itu, menurut Arif, berpotensi membuat organisasi sulit berkembang. Sebab, pembagian tugas tidak berjalan dan anggota tidak memiliki ruang yang cukup untuk ikut menyelesaikan persoalan.
"Selain pembagian peran, juga perlu memiliki arah yang jelas melalui visi dan misi. Aturan internal seperti AD/ART perlu diterjemahkan ke dalam mekanisme kerja yang lebih jelas agar tidak memicu persoalan di kemudian hari," tambah Arif.
Editor: Arif Ardliyanto