Persebaya Bikin Bonek Kecewa, Dua Kali Tertinggal, Gol Menit 90+2 Selamatkan Green Force dari PSS
Persebaya tidak cukup hanya mengandalkan tekanan dan jumlah tembakan. Peluang yang tercipta harus mampu dikonversi menjadi gol, sementara kesalahan di lini belakang perlu diminimalkan agar lawan tidak mudah mencuri kesempatan.
Tavares tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah Persebaya gagal menang di kandang. Ia memahami harapan besar Bonek dan Bonita yang datang untuk menyaksikan tim kebanggaan mereka meraih hasil maksimal.
“Tentu kami kecewa karena belum bisa memberikan tiga poin di kandang untuk Bonek dan Bonita. Kami tahu mereka menginginkan kemenangan, begitu juga dengan seluruh pemain. Namun, inilah sepak bola. Terkadang, satu atau dua kesalahan bisa mengubah hasil pertandingan,” tegasnya.
Di tengah hasil yang tidak sesuai harapan, pelatih asal Portugal tersebut tetap memberikan apresiasi kepada para pemain. Menurutnya, semangat untuk terus mengejar gol hingga penghujung pertandingan menjadi hal positif yang patut dipertahankan.
“Saya tetap mengapresiasi sikap dan usaha para pemain. Mereka terus mencoba bermain dengan baik. Hari ini, hasilnya memang tidak berpihak kepada kami, meskipun kami menciptakan banyak peluang,” tuturnya.
Apresiasi tersebut menjadi modal bagi Persebaya untuk melakukan evaluasi tanpa mengabaikan persoalan yang muncul selama pertandingan. Tim harus mampu mengubah kerja keras di lapangan menjadi hasil yang lebih maksimal.
Persebaya tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Tantangan berikutnya sudah menanti ketika Green Force dijadwalkan bertandang menghadapi PSM Makassar pada Kamis (22/10/2026).
Jarak pertandingan yang relatif singkat membuat pemulihan kondisi pemain menjadi perhatian utama. Tavares memastikan tim pelatih akan berkoordinasi dengan tim medis untuk mengetahui kesiapan fisik skuad sebelum menentukan komposisi pemain.
“Kami akan berkoordinasi dengan tim medis untuk memeriksa kondisi mereka. Setelah itu, kami akan mengevaluasi pemain yang tersedia dalam sesi latihan berikutnya dan menentukan siapa yang paling siap untuk pertandingan mendatang,” pungkasnya.
Laga melawan PSM menjadi kesempatan bagi Persebaya untuk bangkit sekaligus membuktikan bahwa kegagalan meraih kemenangan di GBT bisa menjadi bahan evaluasi berharga.
Green Force kini dituntut lebih tajam di depan gawang dan disiplin dalam bertahan. Jika dua aspek tersebut tidak segera diperbaiki, perjuangan keras seperti saat menghadapi PSS Sleman berisiko kembali berakhir dengan hilangnya poin penting di Super League 2026/2027.
Editor: Arif Ardliyanto