Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Raih Penghargaan Kemendagri Penurunan Pengangguran, Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Advertisement . Scroll to see content

Andalkan Anggaran Daerah, Jawa Timur Kembangkan Program Sanitasi hingga 15 Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:34 WIB
  • author Trisna Eka Adhitya
Andalkan Anggaran Daerah, Jawa Timur Kembangkan Program Sanitasi hingga 15 Daerah
UNICEF mengapresiasi inovasi Jawa Timur meningkatkan standar air, sanitasi, dan higiene fasilitas kesehatan melalui program EHC di 15 kabupaten/kota. Foto iNewsSurabaya.id/trsina

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan di fasilitas pelayanan kesehatan mendapat apresiasi dari UNICEF. Melalui program Environmental Health Competition (EHC), Jawa Timur dinilai mampu mengembangkan pendekatan sanitasi yang berkelanjutan dengan mengandalkan inisiatif dan pembiayaan daerah sendiri.

Program yang digagas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sejak Januari 2026 tersebut mengadopsi pendekatan Water and Sanitation for Health Facility Improvement Tool (WASH FIT), sebuah perangkat untuk meningkatkan kualitas air, sanitasi, dan higiene di fasilitas kesehatan.

Namun, pelaksanaannya tidak berhenti pada penerapan metode yang diperkenalkan UNICEF. Pemprov Jatim mengembangkan EHC menjadi gerakan daerah dengan konsep, mekanisme pelaksanaan, serta pembiayaan yang bersumber dari pemerintah provinsi.

Dalam waktu kurang dari satu tahun, pendekatan tersebut telah diperluas ke 15 kabupaten/kota. Capaian ini dinilai menunjukkan bahwa peningkatan standar kesehatan lingkungan dapat berjalan lebih luas ketika pemerintah daerah memiliki komitmen dan kemampuan untuk mengelola program secara mandiri.

Chief Field Office UNICEF Indonesia, Arie Rukmantara, mengapresiasi langkah Jawa Timur yang mampu mengembangkan dukungan teknis awal menjadi program berkelanjutan.

"Kami kagum dan salut. Jawa Timur menunjukkan apa arti keberlanjutan yang sesungguhnya. UNICEF hanya memberikan dukungan teknis yang sangat terfokus di awal untuk mengembangkan konsep dan kerangka penilaian. Selebihnya, ini sepenuhnya kerja keras pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan fasilitas kesehatan," ujar Arie.

Menurut dia, keberhasilan tersebut terlihat dari kemampuan pemerintah daerah mengambil alih inisiatif, mengalokasikan anggaran sendiri, dan memperluas penerapannya ke berbagai wilayah.

Arie menilai pengalaman Jawa Timur dapat menjadi contoh kemitraan yang efektif antara lembaga internasional dan pemerintah. Pendampingan teknis yang terbatas pada tahap awal dapat mendorong mobilisasi sumber daya dalam negeri untuk menghasilkan perubahan yang lebih luas.

"Bagi UNICEF dengan WASH FIT-nya ini adalah model ideal kemitraan: bantuan teknis kecil dapat memicu mobilisasi sumber daya domestik yang jauh lebih besar. Jawa Timur membuktikan bahwa perubahan sistemik mungkin terjadi ketika ada kepemilikan lokal yang kuat. Prestasi ini milik Jawa Timur," tambahnya.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa peningkatan kesehatan lingkungan bukan sekadar memenuhi standar kebersihan fasilitas, melainkan bagian penting dari mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Prof. Erwin Astha Triyono, mengatakan kompetisi tersebut dirancang untuk membangun kebiasaan menjaga standar air, sanitasi, dan higiene di puskesmas maupun rumah sakit.

"Kesehatan lingkungan adalah fondasi mutu dan keselamatan pasien. Kompetisi ini adalah cara kami memastikan standar WASH menjadi budaya kerja rutin di Puskesmas dan rumah sakit, bukan kegiatan sesaat," kata Erwin.

Dia menambahkan, apresiasi UNICEF menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus memperbaiki kondisi fasilitas kesehatan agar lebih aman dan sehat bagi masyarakat, termasuk anak-anak, keluarga pasien, serta tenaga kesehatan.

Pendekatan ini menempatkan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari tata kelola mutu yang perlu dijalankan secara konsisten. Dengan demikian, perbaikan sanitasi tidak hanya dilakukan ketika ada penilaian atau perlombaan, tetapi menjadi bagian dari aktivitas pelayanan sehari-hari.

Dalam kompetisi yang mengadopsi pendekatan WASH FIT, tiga puskesmas berhasil menempati posisi terbaik. Puskesmas Wonokerto di Kabupaten Malang meraih peringkat pertama, disusul Puskesmas Gondosari di Kabupaten Pacitan pada posisi kedua dan Puskesmas Sukosari di Kota Madiun di posisi ketiga.

Selain kategori WASH FIT, UNICEF juga memberikan apresiasi kepada para pemenang kategori Lingkar atau Lingkungan Karakter Sehat.

Kota Mojokerto meraih juara pertama kategori tersebut, diikuti Kabupaten Tulungagung sebagai juara kedua dan Kota Malang pada posisi ketiga.

Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya mendorong fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan pelayanan. Capaian para pemenang juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain dalam mengembangkan praktik kesehatan lingkungan yang lebih baik.

UNICEF menilai pelaksanaan EHC menunjukkan bahwa pendampingan teknis dapat membantu memperkuat sistem pemerintah, menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap program, sekaligus mendorong penggunaan sumber daya domestik untuk memperluas penerapan kebijakan.

Sejalan dengan capaian tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah mengajukan permintaan resmi agar UNICEF melanjutkan dukungan teknis pada tahap berikutnya.

Langkah lanjutan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi program sekaligus menjaga keberlanjutan peningkatan standar air, sanitasi, dan higiene di fasilitas kesehatan.

Pengalaman Jawa Timur menunjukkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan membutuhkan lebih dari sekadar standar dan pedoman. Komitmen pemerintah daerah, pembiayaan yang berkelanjutan, serta penerapan konsisten di lapangan menjadi faktor penting agar fasilitas kesehatan semakin aman, bersih, dan sehat bagi masyarakat.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut