Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 4,58 Juta UMKM di Jatim, Minim Perlindungan Sosial
Advertisement . Scroll to see content

Tiga UMKM Jatim Jajaki Peluang Bisnis di Pasar Aceh

Kamis, 22 Oktober 2026 | 06:38 WIB
  • author Lukman Hakim
Tiga UMKM Jatim Jajaki Peluang Bisnis di Pasar Aceh
Jatim bidik pasar Aceh, misi dagang bukukan transaksi Rp1,21 triliun. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bersama Provinsi Aceh membukukan transaksi perdagangan senilai Rp1,218 triliun. Kegiatan tersebut digelar di Amel Hotel Convention Hall, Kota Banda Aceh.

Angka transaksi tersebut terdiri atas penjualan produk Jatim sebesar Rp1.044.828.522.000 dan pembelian oleh pelaku usaha Jatim senilai Rp173.880.000.000.

Kegiatan ini diikuti 40 pelaku usaha dari Jatim dan 109 pelaku usaha dari Aceh. Berbagai komoditas dipertemukan, mulai dari produk pertanian, perkebunan, pangan, perikanan, fesyen, kerajinan hingga manufaktur.

Dalam kegiatan tersebut, PT Bank Pembangunan Daerah Jatim Tbk (Bank Jatim) turut mengambil bagian. Yakni dengan membawa tiga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaannya untuk memperkenalkan produk sekaligus menjajaki peluang bisnis di pasar Aceh.

Ketiga UMKM tersebut adalah Masnia Collection dari Pasuruan yang bergerak di bidang pakaian bordir, Sharleez Skincare dari Surabaya yang menawarkan produk perawatan kulit, serta Batik Gajah Mungkur dari Gresik yang menghadirkan produk batik.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan, partisipasi tersebut merupakan bentuk dukungan perseroan terhadap pengembangan UMKM agar mampu memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan daya saing.

“Bank Jatim memandang Misi Dagang dan Investasi ini sebagai momentum strategis untuk mempertemukan potensi UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas,” ujar Winardi, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, perluasan pasar menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan usaha UMKM. Melalui forum perdagangan seperti ini, pelaku usaha berkesempatan memperkenalkan kualitas produknya, memahami kebutuhan pasar, serta menjajaki kerja sama dengan mitra potensial dari daerah lain.

“Kami berharap, sinergi pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dapat memperkuat ekosistem UMKM sekaligus mendorong produk lokal menembus pasar yang lebih luas,” ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, misi dagang merupakan instrumen strategis pemerintah untuk membuka peluang perdagangan, memperluas jaringan bisnis, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan. 

“Melalui forum ini, pelaku usaha dapat menjajaki kerja sama secara langsung berdasarkan potensi produksi dan kebutuhan pasar masing-masing daerah,” katanya.

Khofifah menegaskan, capaian transaksi dalam misi dagang bukan hasil yang diperoleh secara instan. Sebelum kegiatan berlangsung, pemerintah melakukan proses kurasi pelaku usaha dan produk sedikitnya dua kali.

Pemerintah juga menyelenggarakan business matching minimal lima kali, termasuk secara daring. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan potensi usaha dari kedua provinsi dapat dipertemukan secara lebih terarah. 

”Ke depan, kami berharap misi dagang dan investasi ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan bisnis yang lebih luas, tidak hanya melalui transaksi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga lewat kerja sama berkelanjutan antara pelaku usaha kedua daerah,” ungkapnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut