Tak Lagi Andalkan Cara Manual, Produksi Peyek UMKM di Surabaya Melonjak 3 Kali Lipat, Ini Rahasianya
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Teknologi tepat guna membawa perubahan besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) peyek dan bumbu pecel milik Sunarsih di Pondok Benowo Indah, Blok BO No. 8A, Surabaya.
Usaha yang sebelumnya mengandalkan proses produksi secara manual itu kini mampu meningkatkan kapasitas secara signifikan. Produksi peyek yang semula hanya sekitar 50 kilogram per bulan, kini melonjak hingga 150 kilogram per bulan.
Kenaikan serupa terjadi pada produk bumbu pecel. Dari sebelumnya sekitar 20 kilogram per bulan, produksinya kini mencapai 100-125 kilogram per bulan. Bahkan, penyaluran produk melalui jaringan mlijo tercatat sekitar 160 kilogram.

Perubahan tersebut tidak terjadi secara instan. Peningkatan kapasitas produksi merupakan hasil penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) sekaligus pendampingan yang dilakukan tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Wijaya Putra (UWP).
Program bertajuk “Enak Renyah Mantap: Penguatan Usaha Peyek dan Bumbu Pecel Kecamatan Pakal” tersebut mendapatkan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.
Teknologi diberikan secara bertahap selama Juli 2026. Tahap pertama dilakukan melalui penyerahan mesin giling bumbu pecel pada 4 Juli. Kemudian, mesin pencacah kacang tanah diberikan pada 8 Juli, disusul mesin sealer serta pelatihan pembukuan sederhana pada 11 Juli.
Penggunaan peralatan tersebut kemudian dipantau melalui monitoring dan evaluasi pada 20, 23, dan 28 Juli 2026 untuk memastikan teknologi yang diberikan benar-benar dimanfaatkan dalam proses produksi.
Sunarsih mengakui penggunaan mesin membuat proses produksi jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
“Mesin yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan kami. Proses kerja jadi lebih cepat, produksi meningkat, dan kami juga dapat pelatihan pengemasan serta pembukuan. Sekarang pemasaran pun sudah mulai merambah Instagram dan Shopee,” ujar Sunarsih.
Editor: Arif Ardliyanto