Geger! Belasan Karyawan Resto Ayam Goreng di Sidoarjo Diduga Disekap, Pemilik WNA Diamankan
SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Dugaan penyekapan belasan karyawan mengungkap persoalan serius di sebuah restoran ayam goreng siap saji di kawasan Geluran, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Tim gabungan kepolisian, imigrasi, dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggerebek lokasi tersebut setelah menerima laporan dari para pekerja.
Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan belasan karyawan yang sebagian besar merupakan perempuan berada di dalam restoran. Mereka kemudian dievakuasi oleh anggota Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Polresta Sidoarjo.
Proses penggerebekan sempat berlangsung tegang. Pemilik restoran berinisial DW, warga negara asing (WNA) asal Suriah, diduga melakukan perlawanan dan melarang petugas memasuki bangunan.
Namun, tim gabungan akhirnya berhasil masuk ke dalam restoran dan mengevakuasi para pekerja. Fakta lain yang menjadi perhatian, usaha tersebut diketahui belum beroperasi untuk melayani pembeli meskipun telah merekrut sejumlah karyawan.
Selain dugaan penyekapan, pemilik restoran juga dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah karyawan perempuan. Kedua dugaan tersebut kini menjadi bagian dari penanganan aparat penegak hukum.
Kuasa hukum korban, Fahim Attamimi, mengatakan kasus tersebut bermula dari laporan karyawan yang mengaku tidak diperbolehkan meninggalkan tempat kerja.
"Awal ada pelaporan dari karyawan yang bekerja, mereka mengaku disekap dan tidak diperbolehkan keluar," ujar Fahim.
Pengakuan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga berujung pada penggerebekan oleh tim gabungan. Keterangan para pekerja kini diperlukan untuk mengungkap secara terperinci dugaan perlakuan yang mereka alami selama berada di restoran.
Salah satu karyawan bernama Bilal mengaku awalnya melamar pekerjaan sebagai koki. Namun, menurut pengakuannya, situasi yang dihadapi di tempat kerja tidak sesuai dengan harapannya.
"Kalau saya kan melamar jadi koki, tapi ternyata perlakuannya seperti ini," kata Bilal.
Keterangan para pekerja tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui kronologi kejadian, kondisi kerja, serta dugaan pelanggaran yang dilaporkan.
Kapolresta Sidoarjo AKBP Bobby A. Condroputra membenarkan bahwa dugaan penyekapan karyawan di restoran ayam goreng kawasan Geluran, Taman, tengah ditangani oleh jajarannya.
"Saat kasus tersebut sedang ditangani anggota kami di Satres PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo," ujar Bobby.
Penanganan dilakukan oleh satuan yang memiliki kewenangan menangani perkara terkait perlindungan perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang. Pemeriksaan terhadap para pekerja diperlukan untuk mendalami laporan yang telah diterima.
Sementara itu, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana turut mendatangi lokasi penggerebekan. Ia menyatakan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kepolisian dan pihak imigrasi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
"Segera kita tindaklanjuti, kita sudah koordinasi dengan Polresta Sidoarjo dan Imigrasi," tegas Mimik.
Keterlibatan sejumlah instansi tersebut diperlukan untuk menindaklanjuti aspek hukum dan keimigrasian yang berkaitan dengan pemilik usaha berkewarganegaraan asing.
Usai penggerebekan, DW selaku pemilik restoran diamankan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Surabaya untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, belasan karyawan yang diduga menjadi korban dibawa ke Markas Komando Satuan Reserse PPA dan TPPO Polresta Sidoarjo. Mereka dimintai keterangan guna membantu penyidik mendalami dugaan penyekapan dan pelecehan seksual yang dilaporkan.
Kasus ini masih dalam penanganan aparat. Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap kronologi kejadian, memastikan kondisi para pekerja, serta menentukan langkah hukum berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh.
Editor: Arif Ardliyanto