Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Masuk Kampus Bukan Cuma Cari Gelar, 391 Mahasiswa Baru UWP Diberi Tantangan Ini
Advertisement . Scroll to see content

Kurangi Hambatan Komunikasi, Kampus Merah Putih di Surabaya Siapkan Layanan Ramah Penyandang Tuli

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10:40 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Kurangi Hambatan Komunikasi, Kampus Merah Putih di Surabaya Siapkan Layanan Ramah Penyandang Tuli
Untag Surabaya menggelar pelatihan bahasa isyarat bagi tenaga kependidikan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan dan mewujudkan kampus inklusif. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mewujudkan kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas terus dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Salah satu langkah yang ditempuh perguruan tinggi ini adalah membekali tenaga kependidikan dengan keterampilan bahasa isyarat agar pelayanan kepada penyandang tuli semakin mudah diakses.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif. Tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi petugas kampus, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya empati serta pemahaman terhadap kebutuhan penyandang disabilitas dalam memperoleh layanan pendidikan.

Inisiatif tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan secara setara, termasuk di perguruan tinggi.

Ketua Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Untag Surabaya, Muchamad Rizqi, S.I.Kom., M.Med.Kom., mengatakan pelatihan bahasa isyarat dirancang sebagai program berkelanjutan. Tingginya minat peserta pada pelaksanaan perdana menjadi dorongan untuk memperluas sasaran kegiatan.

“Pada kesempatan awal ini, kami membuka dua sesi dengan jumlah peserta terbatas. Namun, ternyata minat dari teman-teman sangat tinggi. Karena itu, ke depan kami akan kembali membuka kelas, tidak hanya bagi tenaga kependidikan, tetapi juga dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Rizqi, keterampilan bahasa isyarat dapat membantu tenaga kependidikan berkomunikasi secara lebih efektif ketika melayani penyandang tuli. Dengan kemampuan tersebut, hambatan komunikasi di lingkungan kampus diharapkan dapat dikurangi sehingga mahasiswa maupun pengunjung penyandang disabilitas bisa memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.

Pengembangan kemampuan sumber daya manusia ini menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kampus inklusif. Sebab, aksesibilitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga kemampuan lingkungan kampus dalam memberikan pelayanan yang setara bagi setiap individu.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut